Dari dulu saya belum paham tanggal 21 April itu sesungguhnya diperingati sebagai hari apa. Serius. Yang saya tahu dari buku sejarah jaman SD dulu, 21 April adalah hari lahirnya Raden Ajeng Kartini. Maknanya hari lahir ya, hari lahirnya seseorang. Diartikan secara harfiah.

Tapi belakangan diartikan juga sebagai hari kebangkitan perempuan Indonesia. Dua makna yang berbeda. Walau Kartini memang salah seorang pejuang emansipasi perempuan Indonesia. Namun tidak semudah itu memperluas makna hari lahir menjadi hari bangkitnya perempuan Indonesia. Terlalu melebar maknanya.

Lagipula, jaman sekarang, peringatan hari lahir Kartini hanya sebatas dengan menggelar acara atau lomba berpakaian adat. Maknanya malah jadi tidak jelas. Kenapa tidak jadi hari berpakaian adat?

Kalau tanggal 21 April ini ingin merujuk pada kebangkitan perempuan Indonesia, saya rasa masih ada sosok perempuan Indonesia lainnya seperti Rohana Kudus. Perempuan yang hidup di jaman yang sama dengan Kartini, dimana perempuan Indonesia di jaman itu mempunyai akses yang terbatas untuk menikmati pendidikan yang baik. Hanya saja Kartini lebih tua 4 tahun, Rohana lahir pada 20 Desember 1884.

Rohana merupakan pendiri surat kabar perempuan pertama di Indonesia pada 10 Juli 1912. Nama surat kabarnya Sunting Melayu. Pemimpin redaksi, redaktur dan penulisnya adalah perempuan. Bisa dibilang dialah jurnalis perempuan pertama Indonesia.

Di usia 27 tahun, dia mendirikan sekolah ketrampilan khusus perempuan. Sekolah itu mengajarkan pengelolaan keuangan, menulis, membaca, agama, dan bahasa belanda. Dia juga memperjuangkan nasib perempuan yang berbenturan dengan adat Minang. Kiprah Rohana dalam mengangkat derajat perempuan di Sumatera Barat ini menjadi topik pembicaraan di Belanda. Dan dikagumi para petinggi Belanda.

Jadi, kalau menurut saya, jika tanggal 21 April itu dimaksudkan untuk memperingati sebagai hari Kebangkitan Perempuan Indonesia, mungkin harus ganti nama. Karena 21 April itu tanggal kelahirannya Kartini. Harus dipilih tanggal yang objektif.

Hari kebangkitan perempuan Indonesia itu maknanya lebih luas. Mencakup semua perempuan-perempuan yang memperjuangkan emansipasi perempuan dari berbagai jaman, bahkan jaman sekarang.

Namun, sebenarnya di Indonesia sendiri, sudah ada Hari Kebangkitan Perempuan Indonesia yakni diperingati saban 22 Desember. Tanggal yang biasa kita peringati sebagai hari ibu. Pemberian nama Hari Kebangkitan Perempuan Indonesia berawal dari penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia III di 22 Desember 1938. Yang kemudian di era Soeharto berganti nama menjadi Hari Ibu yang kini kita kenal.

Membingungkan ya? Kalau memang kebangkitan perempuan Indonesia sudah dimulai di era Kartini, kenapa malah jadi mundur ke tahun 1938 ? Apa hanya karena kongres perempuan Indonesia diselenggarakan di tahun itu?

Nah menurutmu, apa makna tanggal 21 April itu? Apa hanya sekedar memperingati hari lahirnya Kartini? Lalu, kenapa hari lahirnya Rohana Kudus tidak diperingati secara nasional?

(Angkot Hijau)

Posted with WordPress for BlackBerry.

About these ads