Archive for March, 2012

Merokok Di Angkot Bogor Akan Didenda Rp 1 Juta

Malam ini karena susah tidur, saya iseng bermain-main dengan mesin pencariannya om gugel. Tiba-tiba teringat dengan berita yang pernah saya tulis mengenai Peraturan Daerah Kota Bogor Tentang Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) No 12/2009.

Dan ternyata om gugel masih menyimpannya. Dan sekarang jadi penasaran, bagaimana keberlangsungan Perda KTR itu? Apakah mandeg dan mandul seperti Peraturan Gubernur (Pergub) DKI no 88 tentang Kawasan Dilarang Merokok?

Awal sosialisasinya, sama banyak mengalami hambatan. Bahkan saat ikut meliput razia di terminal dan pusat perbelanjaan, banyak yang menolak diberlakukan Perda KTR ini. Tapi Pemkot Bogor tetap mensosialisasikannya. Keberadaan papan reklame iklan rokok pun dilarang. Entah sekarang, saya tidak mengikuti perkembangan beritanya. Semoga saja masih ditaati dan ada kesungguhan dari Pemkotnya untuk menindak para pelanggar.

Berikut tulisannya :

BOGOR–Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menggalakkan upaya penegakkan Peraturan Daerah (Perda) No 12/2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Salah satunya adalah pelarangan merokok di tempat umum seperti di angkot.

Pemkot Bogor akan memberikan denda Rp 1 juta atau kurungan penjara tiga hari bagi sopir angkot yang kepergok merokok di dalam angkot. Tak hanya itu, pemilik angkot juga dilarang menempel iklan produk rokok. Bila dilakukan, maka sanksinya berupa denda maksimal Rp 5 Juta.

“Demi memberikan efek jera bagi mereka yang merokok di kawasan umum, akan dikenakan bagi siapa pun yang melanggar Perda No 12/2009,”  kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor ,Triwanda Elan, Jumat (9/4).

Triwanda mengatakan, sanksi akan diberikan kepada warga Bogor yang merokok di KTR, terutama sopir angkot karena banyak menuai protes para penumpang yang tidak tahan dengan asap rokok di dalam angkot.
“Sopir angkutan yang kedapatan merokok sembarangan di dalam angkot, baik saat sedang mengemudi ataupun sedang berhenti akan dikenakan sanksi sesuai dengan Perda tersebut,” kata dia.

Tidak hanya sopir, penumpang yang merokok di dalam angkot pun akan dikenakan sanksi apabila melanggar perda No 12/2009.  Operasi ke lapangan pun dilakukan untuk mengawasai berjalannya peraturan daerah tentang KTR.

Salah seorang sopir jurusan Sukasari-Bubulak, Yudi mengatakan, dia merokok untuk menghilangkan rasa kantuk saat mengemudikan angkot. “Kalau tidak ngerokok, ngantuk,” kata dia

Red: Endro Yuwanto
Rep: Wiana Paragoan

republika.co.id 9 April 2010

Posted with WordPress for BlackBerry.

Nostalgia Ficer

JAKARTA — Malam ini entah apa yang memulai, tiba-tiba saja kembali bernostalgia bersama kawan saat masih berburu berita.

Dan ternyata, seorang kawan menemukan salah satu ficer yang pernah saya buat waktu masih di Tangerang. Ficernya tentang Anak Baru Gede (ABG) yang minggat bersama kekasih dunia mayanya.

Ficer orderan yang membuat saya panik lantaran harus buru-buru geser posisi. Bayangkan saja, dari Kota Tangerang harus segera geser ke Serpong. Dari ujung ke ujung. Waktu tempuh bisa lebih dari satu jam.

Demi mendapatkan berita, saya harus putar otak, selama menuju TKP, saya sudah menelpon narasumber. Setidaknya dapat informasi. TKP tetap harus disambangi, karena butuh gambaran seperti apa wujud orangnya atau lokasinya. Karena kata si redaktur harus gunakan penglihatan, penciuman, selain pendengaran.

Sempat kesal juga sih waktu disuruh geser tiba-tiba. Sempat merutuk dalam hati “Nih ABG ada-ada aja pake minggat segala”. Gimana engga kesal dan merutuk, lagi liputan malah disuruh geser, tapi yasudahlah prajurit harus siap kemana dan melakukan apa saja.

Kalau mau membaca ficer tentang ABG minggat itu, silahkan, saya posting di blog ini. Oiya, sekadar info dan sekadar gede rasa, ficer ini tampil di halaman pertama lho 🙂

FICER-ABG dan Sisi Gelap Facebook 11 Feb 2010

Gadis periang berusia 16 tahun itu kini memilih mengurung diri di kamar. Bahkan ketika serombongan teman se-SMA datang menjenguk pun dia tidak mau menemui. Apalagi jika di situ ada laki-laki. Sepertinya dia masih trauma dengan seorang laki-laki.

Latifah, begitu nama gadis yang tinggal di sebuah kta di Jawa Timur itu sempat menghilang dari rumahnya. Ternyata dia dibawa pergi oleh seorang pria berusia 41 tahun yang dikenalnya lewat facebook. Perkenalan di dunia maya itu lama-lama membuat mereka jatuh cinta, sehingga keduanya sepakat untuk bertemu, bahkan menikah siri.

Pengalaman serupa juga dialami Nova. Gadis belia berusia 14 tahun yang sekolah di SMP di Surabaya itu berkenalan dengan Arie (18) tinggal di Tangerang. Hubungan asmara lewat dunia maya kemudian terjalin. Akhirnya ketika Nova ada keperluan di BSD Tangerang, dia langsung temu darat, kencan dengan kekasih di dunia mayanya itu.

Begitu Nova sehari ditunggu tidak pulang ke rumah pamannya di BSD, orangtunya melaporkan bahwa anaknya diculik oleh Arie. Polisi pun bergerak mencari pasangan itu. Tiga hari kemudian mereka ditemukan. Ternyata tak ada motif penculikan, pertemuan itu dilakukan suka sama suka, bahkan mereka sudah berhubungan terlalu jauh.

Fenomena baru memang sedang terjadi. Situs jejaring sosial bernama facebook ini telah menjadi salah satu situs yang paling digemari di Indonesia. Anggota facebook di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Pada akhir 2009 silam anggotanya sudah tembus 12,5 juta. Tak sedikit mereka yang emnjadi anggota adalah Anak Baru Gede (ABG).

Di facebook, banyak orang yang kemudian menemukan teman lama yang sudah belasan bahkan puluhan tak ketemu. Banyak komunitas yang terbentuk lewat facebook. Facebook juga merupakan sarana efektif untuk menjaring dukungan, ini terbukti dari dukungan terhadap Prita atau pun dalam kasus Bibit-Chandra.

Sebaliknya, facebook juga bisa menjadi bencana, ketika seseorang bertemu kembali dengan pacar lama, sehingga keluarga menjadi berantakan. Tak sedikit hubungan percintaan terjalin lewat jejaring sosial ini. Termasuk asmara yang dijalin oleh ABG. Ada yang sesama ABG. Ada yang orang dewasa dengan ABG seperti kasus di Jombang itu.

Bahkan ada asmara lintas benua yang berakhir dengan penipuan. Ini yang dialami Paul, laki-laki yang sudah berumur dari Inggris. Ceritanya, dia menjalin asmara dunia maya lewat facebook dengan Lisa yang tinggal di Jakarta. Bayangan kencan dengan wanita cantik, membuatnya rela mengarungi samudra, datang ke Jakarta.

Singkat cerita keduanya bertemu di sebuah restoran di Jln Mangga Besar. Tidak terasa keduanya telah menghabiskan waktu dua jam di meja makan. Sebelum meninggalkan restoran, Lisa menawarkan segelas miniman kepada Paul. Lelaki paruh baya itu menenggak minuman yang diberikan.

Rupanya minuman itu mengandung obat bius. Tapi sebelum obat bius bekerja sempurna, Lisa segera mengajak Paul masuk ke kamar hotel. Di situlah ketika Paul sudah benar-benar tak sadar hartanya dilucuti. Uang Rp 3,5 juta, laptop, kamera, perhiasan, jam tangan, dan kartu kredit digasak wanita berparas ayu itu.

Dari berbagai pengalaman be-rfacebook-an selama ini, memang yang mengkhawatirkan adalah anak-anak yang masih ABG. Mereka ini rentan terhadap rayuan-rayuan, sehingga mereka dengan mudah bisa diperdaya atau apapun istilahnya, yang membuat ABG tersebut lupa diri. Jika dirumah tak tersedia internet, mereka pun lari ke warnet-warnet yang banyak tersebar.

Kasus yang terjadi pada Nova juga begitu. Karena dirumahnya tidak ada internet, dia pergi ke warnet untuk ber-facebook ria. Ia bahkan rela menyisihkan uang jajannya hanya untuk berhubungan dengan Arie, via monitor kaca. Ia pun sesekali harus bermain kucing-kucingan ayah dan ibundanya.

Berjam-jam lamanya, gadis yang baru duduk di bangku SLTP itu mengabiskan waktu untuk bencengkrama dengan Arie. Walau tidak bertemu langsung, interaksBerjam-jam lamanya, gadis yang baru duduk di bangku SLTP itu mengabiskan waktu untuk bencengkrama dengan Arie. Walau tidak bertemu langsung, interaksi keduanya di facebook ternyata mampu mengobati rasa rindu pasangan yang sedang dimabuk asmara. Sehingga akhirnya berakhir dengan ‘kencan tiga hari’ yang berbuntut pemeriksaan di kepolisian tersebut.

Menurut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Muyadi, ribuan masalah serupa kerap menghinggapi anak remaja. Ia menilai, peran orang tua sangat vital dalam mencegah masalah remaja seperti yang dialami Nova.

“Kasus seperti yang terjadi pada diri Nova merupakan dampak dari lemahnya perhatian keluarga. Anak seusia Nova itu sedang mengalami siklus hidup menuju dewasa. Mereka ingin diperhatikan, serta mencurahkan isi hatinya. Saat dia dia tidak menemukan itu di keluarga, maka ia mecarinya di facebook ”jelas Seto.

Penanganan kasus seperti itu juga harus hati-hati. Menurutnya, penyelesaian secara hukum tidak lantas menjernihkan masalah. Justru hal itu dinilainya dapat menyebabkan masalah psikologis bagi sang anak. Karena bagaimana pun kasus tersebut bukan kasus penculikan, melainkan pergi bersama secara sadar.

Apakah pesan Seto di dengar orangtua Nova, entahlah. Kini yang jelas orangtua Nova tetap menuntut Arie mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi pun siap menjerat pemuda itu dengan pasal pasal berlapis, diantaranya, pasal 287 tentang berhubungan intim dengan anak dibawah umur dan membawa anak dibawah umur tanpa izin orang tua.

Facebook ada sisi positif ada sisi negatif, ada sisi terang ada sisi gelap. Kasus Lutfiah, Paul, dan Nova adalah sisi gelap dari jaringan sosial bernama facebook. (Wiana Paragoan)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Cerita saat jaga gawang PN Selatan dan Metro Jaksel

Ini contoh berita saat saya terdampar di pos hukum dan metro bagian selatan. Sehari-hari cuma ketemu Gayus dan Susno. Ngintilin jadwal sidang setiap harinya.

Adnan Buyung Keluhkan Saksi Sering Bilang Lupa dan tak Tahu

Kamis, 25 November 2010 06:11 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Adnan Buyung Nasution, Kuasa Hukum Gayus Halomoan Partahanan Tambunan, menilai saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (24/11) sore ini tidak dapat dipercaya keterangannya. Saksi yang dihadirkan adalah Cirus Sinaga dan Fadil Regan. Mereka adalah mantan jaksa peneliti kasus Gayus.

“Tidak dapat dipercaya karena saksi banyak bilang lupa, tidak tahu, keterangan juga banyak berbeda,” kata Adnan kepada wartawan usai sidang.

Keterangan yang berbeda ini terkait dengan siapa yang membuat rencana penuntutan (rentut) dan dakwaan, serta penambahan pasal 372 dalam perkara Gayus. “Saya melihat dari keterangan yang berubah-ubah, kesaksian orang yang tidak bisa dipercaya. Hakim bisa menilai siapa yang benar, soal rentut, Nazran atau Cirus yang benar kita serahkan semua kepada Hakim,” ujar dia.

Adnan juga menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pantas mengambil-alih kasus Gayus. “Saya setuju sekali, lebih baik diserahkan kepada KPK biar perkaranya tak jadi kerdil begini,” ujar dia.

Terkait mengkerdilnya perkara Gayus menurut pandangan Adnan, dia mengibaratkan seperti lapangan bola yang mengecil. “Layaknya kita main bola di lapangan bola yang menjadi sempit karena mengecil. Sama dengan perkara ini, menjadi kerdil, padahal ini perkara besar,” jelas dia.

Redaktur: Endro Yuwanto

Reporter: Wiana Paragoan

Tulisan saat buka lapak di Jakarta Utara

Nah, setelah 8 bulan lebih mengawal berita di Buitenzorg, saya disuruh buka lapak di Jakarta Utara. Sumpah, tempat yang beda banget dengan Bogor. Di sini udaranya panas, kotor, dan jerawat pun mulai menghiasi wajah cantik saya :p

27 Oktober 2010 00:12

Pelabuhan Tanjung Priok, Perairan Paling Tercemar di Asia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Salah satu perairan paling tercemar di Asia ternyata dipegang oleh Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Ini lantaran banyaknya sampah yang mengapung di sana.

Hal tersebut diungkapkan oleh Cipto Pramono, General Manager Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II saat acara ‘coffee morning’ terkait sampah-sampah di perairan Jakarta, di kantor Pelindo II, Tanjung Priok, Jakut, Selasa (26/10).

Cipto mengatakan sampah-sampah yang ada di laut ini bukan sampah biasa, namun kasur dan kursi bekas pun ada di perairan. “Barang-barang itu pun dapat ditemui mengapung di laut,” kata Cipto.

Sampah-sampah, sambung Cipto, juga masih ada di ‘break water’ pelabuhan. “Dan semuanya berasal dari perairan teluk Jakarta,” ujar dia.

Kondisi seperti ini tentunya tidak sehat bagi ikan-ikan yang ada di laut. Untuk menangani sampah-sampah ini, Pelindo II telah menyiapkan empat kapal sampah dan delapan unit perahu. Dan jumlah sampah yang berhasil dijaring Pelindo II sebanyak 100 meter kubik.

Menanggapi persoalan sampah di laut, Walikota Jakut, Bambang Sugiyono, mengatakan, seharusnya ada penjaga pantai khusus untuk mengawasi sampah-sampah di laut. “Harusnya ada penjaga pantai untuk mengawasi sampah-sampah di laut. Karena ternyata, supermarket terpanjang di dunia yang berada di atas kali ada di Jakarta,” kata Bambang Sugiyono.

Bambang menambahkan seharusnya ada pemeliharaan dan pengawasan dari Kantor Lingkungan Hidup agar tidak ada pencemaran di perairan Jakarta Utara. “Hal ini karena pencemaran tertinggi ada di Jakut,” ujar dia.

Terkait dengan keberadaan sampah-sampah, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakut, Hotman Silaen, mengaku kaget dengan volume sampah yang ada di sekitar pelabuhan. “Saya kaget, ternyata volume sampah di pelabuhan sebanyak itu,” kata Hotman yang ikut hadir dalam acara ‘coffee morning’.

Hotman mengatakan sebenarnya, sampah-sampah yang ada sudah diantisipasi dengan saringan sampah. “Namun, masih ada celah yang membuat sampah tersebut lolos ke laut,” kata dia.

Rencananya, BPLHD akan mengundang sekitar 130 perusahaan di Jakut untuk sosialisasi dan meminta komitmen mereka dalam pengelolaan sampah dan mengatasi pencemaran perairan.

Red: Endro Yuwanto

Rep: Wiana Paragoan

Tulisan saat menjaga pos Buitenzorg

JAKARTA — Ini contoh tulisan saya saat jadi penjaga Buitenzorg. Juga bukan tulisan pertama. Tulisan pertama di Bogor itu kalau gak salah tentang revitalisasi Pasar Jambu Dua pasca diterjang banjir.
Judul pastinya lupa.

13 Mei 2010 04:00

Perubahan Iklim Kota Bogor Sedang Dikaji BMKG

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR–Sudah beberapa pekan ini, suhu Kota Bogor berubah. Walaupun hujan sudah mulai turun, tetapi tetap terasa panas. Perubahan iklim inilah yang sedang dikaji oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kota Bogor.

“BMKG Kota Bogor sedang mengkaji perubahan iklim yang terjadi di Kota Bogor,” kata Kepala BMKG Kota Bogor, Ponco Nugroho, saat dihubungi Republika, Rabu (12/5).

Ponco mengatakan, pada dasarnya Kota Bogor tidak mempunyai musim kemarau. “Sebenarnya tidak ada musim kemarau di Kota Bogor. Kota Bogor itu kan biasanya selalu ada hujan walaupun pagi atau siangnya panas. Karena itu dijuluki kota hujan,” ujar Ponco.

Namun Ponco mengatakan, walaupun musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan. “Tetapi jangan diartikan musim kemarau tidak ada curah hujan ya. Tetap ada hujan hanya saja intensitas curah hujan di musim kemarau itu dibawah angka 150 milimeter,” tutur Ponco.

Lanjut Ponco, sedangkan di musim hujan, curah hujan berada di atas angka 150 milimeter. “Biasanya, curah hujan di Kota Bogor di atas 150 milimeter. Bahkan tahun 1976, curah hujan pernah mencapai 400 milimeter,” ucap Ponco.

Ponco mengatakan, saat ini Kota Bogor sedang memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. “Beberapa hari ini memang turun hujan, tetapi curah hujan masih dibawah 150 milimeter,” imbuh Ponco.

Suhu kota Bogor naik

Selain menyoroti curah hujan, Ponco juga mengatakan suhu di Kota Bogor mengalami kenaikan. “Biasanya suhu Kota Bogor berkisar di angka 32 derajat celcius. April kemarin masih di angka 32 derajat celcius. Namun awal Mei ini naik menjadi 34 derajat celcius,” Ponco menjelaskan.

Angka 34 derajat celcius itu biasanya terjadi di Bulan Agustus, lanjut Ponco. Perubahan-perubahan tersebut diduga karena ulah manusia juga. “Karena perbuatan manusia juga. Lahan kosong sekarang banyak berubah menjadi perumahan. Lahan pertanian juga semakin jarang. Daerah resapan air pun jadi berkurang,” kata Ponco.

Namun Ponco mengatakan, polusi udara yang berasal dari asap kendaraan tidak begitu berpengaruh di Kota Bogor. “Tidak begitu berpengaruh, yang paling berpengaruh karena lahan yang peruntukannya kebanyakan untuk perumahan,” tandasnya.

Red: Endro Yuwanto

Rep: Wiana Paragoan

kenangan yg takterlupakan :)

kenangan yg takterlupakan 🙂

Hai.. Selamat datang di Angkot Hijau :)

Hai.. Hai.. Selamat datang di blog Angkot Hijau 🙂

Angkot hijau hanya menyediakan cemilan. Jadi kalian tidak perlu mengerutkan kening bila membaca tulisan di angkot hijau ini.

Kita berbicara hal-hal yang ringan saja. Tidak usah bicara politik, ekonomi atau apapun yang membuat kita berpikir keras. Tapi jangan bicara cinta juga, karena nanti terkesan picisan.

Untuk lebih jelasnya, asal muasal nama blog bisa dilihat di menu Angkot Hijau atau di Sekilas Mengenai Saya.

Oke, sekian saja ya, selamat menikmati cemilan di angkot hijau. Semuanya gratis 🙂

Salam Hangat,

Angkot Hijau