JAKARTA — Malam ini entah apa yang memulai, tiba-tiba saja kembali bernostalgia bersama kawan saat masih berburu berita.

Dan ternyata, seorang kawan menemukan salah satu ficer yang pernah saya buat waktu masih di Tangerang. Ficernya tentang Anak Baru Gede (ABG) yang minggat bersama kekasih dunia mayanya.

Ficer orderan yang membuat saya panik lantaran harus buru-buru geser posisi. Bayangkan saja, dari Kota Tangerang harus segera geser ke Serpong. Dari ujung ke ujung. Waktu tempuh bisa lebih dari satu jam.

Demi mendapatkan berita, saya harus putar otak, selama menuju TKP, saya sudah menelpon narasumber. Setidaknya dapat informasi. TKP tetap harus disambangi, karena butuh gambaran seperti apa wujud orangnya atau lokasinya. Karena kata si redaktur harus gunakan penglihatan, penciuman, selain pendengaran.

Sempat kesal juga sih waktu disuruh geser tiba-tiba. Sempat merutuk dalam hati “Nih ABG ada-ada aja pake minggat segala”. Gimana engga kesal dan merutuk, lagi liputan malah disuruh geser, tapi yasudahlah prajurit harus siap kemana dan melakukan apa saja.

Kalau mau membaca ficer tentang ABG minggat itu, silahkan, saya posting di blog ini. Oiya, sekadar info dan sekadar gede rasa, ficer ini tampil di halaman pertama lho 🙂

FICER-ABG dan Sisi Gelap Facebook 11 Feb 2010

Gadis periang berusia 16 tahun itu kini memilih mengurung diri di kamar. Bahkan ketika serombongan teman se-SMA datang menjenguk pun dia tidak mau menemui. Apalagi jika di situ ada laki-laki. Sepertinya dia masih trauma dengan seorang laki-laki.

Latifah, begitu nama gadis yang tinggal di sebuah kta di Jawa Timur itu sempat menghilang dari rumahnya. Ternyata dia dibawa pergi oleh seorang pria berusia 41 tahun yang dikenalnya lewat facebook. Perkenalan di dunia maya itu lama-lama membuat mereka jatuh cinta, sehingga keduanya sepakat untuk bertemu, bahkan menikah siri.

Pengalaman serupa juga dialami Nova. Gadis belia berusia 14 tahun yang sekolah di SMP di Surabaya itu berkenalan dengan Arie (18) tinggal di Tangerang. Hubungan asmara lewat dunia maya kemudian terjalin. Akhirnya ketika Nova ada keperluan di BSD Tangerang, dia langsung temu darat, kencan dengan kekasih di dunia mayanya itu.

Begitu Nova sehari ditunggu tidak pulang ke rumah pamannya di BSD, orangtunya melaporkan bahwa anaknya diculik oleh Arie. Polisi pun bergerak mencari pasangan itu. Tiga hari kemudian mereka ditemukan. Ternyata tak ada motif penculikan, pertemuan itu dilakukan suka sama suka, bahkan mereka sudah berhubungan terlalu jauh.

Fenomena baru memang sedang terjadi. Situs jejaring sosial bernama facebook ini telah menjadi salah satu situs yang paling digemari di Indonesia. Anggota facebook di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Pada akhir 2009 silam anggotanya sudah tembus 12,5 juta. Tak sedikit mereka yang emnjadi anggota adalah Anak Baru Gede (ABG).

Di facebook, banyak orang yang kemudian menemukan teman lama yang sudah belasan bahkan puluhan tak ketemu. Banyak komunitas yang terbentuk lewat facebook. Facebook juga merupakan sarana efektif untuk menjaring dukungan, ini terbukti dari dukungan terhadap Prita atau pun dalam kasus Bibit-Chandra.

Sebaliknya, facebook juga bisa menjadi bencana, ketika seseorang bertemu kembali dengan pacar lama, sehingga keluarga menjadi berantakan. Tak sedikit hubungan percintaan terjalin lewat jejaring sosial ini. Termasuk asmara yang dijalin oleh ABG. Ada yang sesama ABG. Ada yang orang dewasa dengan ABG seperti kasus di Jombang itu.

Bahkan ada asmara lintas benua yang berakhir dengan penipuan. Ini yang dialami Paul, laki-laki yang sudah berumur dari Inggris. Ceritanya, dia menjalin asmara dunia maya lewat facebook dengan Lisa yang tinggal di Jakarta. Bayangan kencan dengan wanita cantik, membuatnya rela mengarungi samudra, datang ke Jakarta.

Singkat cerita keduanya bertemu di sebuah restoran di Jln Mangga Besar. Tidak terasa keduanya telah menghabiskan waktu dua jam di meja makan. Sebelum meninggalkan restoran, Lisa menawarkan segelas miniman kepada Paul. Lelaki paruh baya itu menenggak minuman yang diberikan.

Rupanya minuman itu mengandung obat bius. Tapi sebelum obat bius bekerja sempurna, Lisa segera mengajak Paul masuk ke kamar hotel. Di situlah ketika Paul sudah benar-benar tak sadar hartanya dilucuti. Uang Rp 3,5 juta, laptop, kamera, perhiasan, jam tangan, dan kartu kredit digasak wanita berparas ayu itu.

Dari berbagai pengalaman be-rfacebook-an selama ini, memang yang mengkhawatirkan adalah anak-anak yang masih ABG. Mereka ini rentan terhadap rayuan-rayuan, sehingga mereka dengan mudah bisa diperdaya atau apapun istilahnya, yang membuat ABG tersebut lupa diri. Jika dirumah tak tersedia internet, mereka pun lari ke warnet-warnet yang banyak tersebar.

Kasus yang terjadi pada Nova juga begitu. Karena dirumahnya tidak ada internet, dia pergi ke warnet untuk ber-facebook ria. Ia bahkan rela menyisihkan uang jajannya hanya untuk berhubungan dengan Arie, via monitor kaca. Ia pun sesekali harus bermain kucing-kucingan ayah dan ibundanya.

Berjam-jam lamanya, gadis yang baru duduk di bangku SLTP itu mengabiskan waktu untuk bencengkrama dengan Arie. Walau tidak bertemu langsung, interaksBerjam-jam lamanya, gadis yang baru duduk di bangku SLTP itu mengabiskan waktu untuk bencengkrama dengan Arie. Walau tidak bertemu langsung, interaksi keduanya di facebook ternyata mampu mengobati rasa rindu pasangan yang sedang dimabuk asmara. Sehingga akhirnya berakhir dengan ‘kencan tiga hari’ yang berbuntut pemeriksaan di kepolisian tersebut.

Menurut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Muyadi, ribuan masalah serupa kerap menghinggapi anak remaja. Ia menilai, peran orang tua sangat vital dalam mencegah masalah remaja seperti yang dialami Nova.

“Kasus seperti yang terjadi pada diri Nova merupakan dampak dari lemahnya perhatian keluarga. Anak seusia Nova itu sedang mengalami siklus hidup menuju dewasa. Mereka ingin diperhatikan, serta mencurahkan isi hatinya. Saat dia dia tidak menemukan itu di keluarga, maka ia mecarinya di facebook ”jelas Seto.

Penanganan kasus seperti itu juga harus hati-hati. Menurutnya, penyelesaian secara hukum tidak lantas menjernihkan masalah. Justru hal itu dinilainya dapat menyebabkan masalah psikologis bagi sang anak. Karena bagaimana pun kasus tersebut bukan kasus penculikan, melainkan pergi bersama secara sadar.

Apakah pesan Seto di dengar orangtua Nova, entahlah. Kini yang jelas orangtua Nova tetap menuntut Arie mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi pun siap menjerat pemuda itu dengan pasal pasal berlapis, diantaranya, pasal 287 tentang berhubungan intim dengan anak dibawah umur dan membawa anak dibawah umur tanpa izin orang tua.

Facebook ada sisi positif ada sisi negatif, ada sisi terang ada sisi gelap. Kasus Lutfiah, Paul, dan Nova adalah sisi gelap dari jaringan sosial bernama facebook. (Wiana Paragoan)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements