Ciee, gaya banget ya, pulang kantor langsung kabur ke Singapura. Tertarik bikin tulisan dengan judul ini, lantaran sering baca artikel di kompas.com dengan judul Pulang Kantor, Langsung Ke… Dan kebetulan, tulisan saya ini merupakan kisah nyata. Rangkuman saat kabur ke Singapura setelah letih bekerja. Uhuy ya alasannya ๐Ÿ˜€

Jumat sore, 14 Oktober 2011, rombongan kami yang berjumlah 20 orang-an itu segera meluncur ke Bandara Soekarno Hatta. Banyak pengalaman lucu di Soetta. Saya dan 2 rekan hampir ditinggal pesawat. Penyebabnya antrian yang panjang saat mengurus keimigrasian. Saya dan 2 rekan pun dengan terengah-engah memasuki pesawat. Dan ketika masuk pun dipelototin penumpang satu pesawat. Maafkan kami ya.

Sepanjang perjalanan menuju Singapura, ada saja ulah teman-teman sekantor yang membuat suasana jadi hidup. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya malu juga, karena bikin gaduh di pesawat hehehe.. Untungnya sih bikin gaduh berjamaah, jadi malunya gak terasa ๐Ÿ˜€

Waktu tempuh Jakarta ke Singapura sekitar 2 jam lebih. Sesampai di hotel, kami tidak sempat istirahat. Kami menginap di Hotel Paramount. Masuk ke kamar hotel, hanya untuk menaruh koper. Ganti baju pun tidak sempat. Karena kami sudah ditunggu jemputan. Padahal rencananya, begitu sampai hotel saya ingin nge-charge baterai Bebe sebentar. Tapi urung lantaran saya juga lupa membawa colokan T.

Yasudah, buru-burulah saya dan yang lainnya ke lobi hotel. Si guide berencana membawa kami ke Mustofa Swalayan yang berada di Little India. Kalau ada yang mau memborong cokelat, nah di sanalah surganya. Sebenarnya tidak hanya cokelat yang dijual di sana. Tapi ada juga aksesoris, perkakas rumah tangga, alat-alat elektronik. Dan di sana saya juga menemukan colokan T. Akhirnya si Bebe bisa hidup lagi ๐Ÿ™‚

Tapi sebelum kalap belanja cokelat, kami makan malam dulu dong. Maklum, perut belum diisi sejak berangkat dari Jakarta ๐Ÿ˜€

Di Little India ini sebenarnya banyak pilihan restorannya. Menunya tidak melulu berbau India sih, walaupun restoran yang saya pilih restoran yang menyajikan makanan India. Eh, tapi jujur saja nih, saya tertipu dengan nama rsetorannya. Madura. Saya pikir ini restoran Indonesia yang menyajikan makanan Madura, ternyata bukan. Madura adalah restoran yang menyajikan makanan India.

Teman saya sih sudah mengingatkan kalau di sini porsinya besar, bisa dimakan dengan 3 orang. Dalam hati saya cuma bilang, masa sampai segitunya sih?.

Karena gak percaya, saya tetap pesan untuk diri saya sendiri. Apalagi si pelayan keukeuh bilang ‘This portion is suitable for you’. Nah, karena sudah diyakinkan begitu, ya dengan mantap, saya pesan untuk diri sendiri. Pilihan saya, Nasi Goreng India (saya lupa namanya euy dan fotonya juga sudah dihapus). Minumnya cukup air mineral.

Saat pesanan saya datang, saya takjub, cuma bisa melongo liat porsi yang super jumbo ๐Ÿ˜€ waaah ini sih gak bakal habis. Dan lucunya, nasi gorengnya harus disiram dengan bumbu cair yang tajam aromanya. Tau gak sih, harga satu porsi nasi goreng itu 10 dollar Singapura. Kalau dirupiahkan, Rp 70.000. Wuiih, mahalnya. Minum air mineral botolan 2 dollar Singapura. Kalau hidup di sini, harus punya gajinya yang tinggi, karena biaya hidup mahal.

Kelar makan dan belanja di Mustofa, kami langsung menuju Hotel. Merebahkan diri, karena kegiatan esok pagi lebih padat.

little india

Merlion dan Universal Studio

15 Oktober 2011.
Kelar sarapan di hotel, kami langsung menuju ke Merlion. Tujuannya sih cuma buat bernarsis ria di patung singa yang mengeluarkan air itu dan latar belakang marina bay sands hotel. Sengatan matahari sama sekali tidak menyurutkan kenarsisan kami. Sumpah lho, Singapura itu panas banget udaranya. Seperti sedang berada di Pelabuhan Tanjung Priok. Untungnya sunblock saya merknya terpercaya (numpang promosi).

merlion

universal studio

Puas melampiaskan kenarsisan, kami pun menuju Universal Studio. Di sana bisa mencoba semua wahana yang memacu adrenalin. Gak usah disebutin satu-satu lah ya. Pokoknya menyenangkan. Nah, di sini makanannya juga mahal harganya. Untuk satu paket ayam penyet saja kudu bayar 10 dollar Singapura. Paketnya pun hanya terdiri dari ayam, nasi putih, puding dan jus jeruk. Beruntung bagi rekan yang sempat membungkus sarapan dari Hotel. Lumayan menghemat pengeluaran ๐Ÿ˜€

Panasnya Singapura saat itu, benar-benar membuat kulit perih dan pandangan jadi berkunang-kunang. Belum lagi saya mencoba minum air langsung dari keran yang mudah ditemui di Universal Studio ini. Dan rasanya aneh di tenggorokan saya.

Capek bermain di Universal Studio, kami pun menuju Sentosa Island untuk menonton pertunjukan Song of the sea. Sebuah pertunjukan teater musikal, tapi lokasinya di tepi pantai. Dan dilengkapi sounds efek dan cahaya yang luar biasa kerennya. Saya kasih banyak jempol deh.

Setelah menikmati teater musikal kami pun menuju kawasan Geylang untuk menyantap makan malam. Menunya nasi ayam. Sebenarnya saya tidak suka dengan menu ini, tapi ya hanya ini yang ada. Sudahlah, makan saja daripada perut kosong.

Oya, ada sedikit cerita tentang kawasan Geylang. Sebelum sampai ke tempat makan malam, kami sempat dibawa keliling kawasan Geylang oleh si supir. Geylang merupakan area lampu merah (prostitusi) di Singapura. Ada yang legal dan ilegal. Yang ilegal adalah pelacur yang berjejer di pinggir jalan menanti para hidung belang. Pelacur ini dari berbagai etnis, tempat mangkal mereka pun dibagi dalam lorong. Yang legal ya di rumah-rumah. Jika ada lentera merah di rumah itu, biasanya ada wanita malam di sana. *bersambung*

Foto ada di angkothijau.tumblr.com
(Angkot Hijau)

Advertisements