Judul Buku : Dragon House
Penulis : John Shors
Penerbit. : Edelweiss, 2009
Tebal. : 424 halaman

John Shors. Siapa yang tidak kenal nama itu? Seorang penulis novel dengan penjualan terlaris ‘Taj Mahal’. Karya tulisnya yang lain adalah Dragon House, atau bila diartikan adalah rumah naga. Sebuah novel yang bertutur tentang kehidupan keras anak-anak jalanan di Vietnam.

Novel setebal 424 halaman dan enam belas bab ini menawan hati saya saat digelar pesta diskon di Toko Buku Gramedia, Matraman, Jakarta Timur bulan Mei 2012 lalu. Novel yang memajang wajah sendu dua bocah jalanan Vietnam cuma dibanderol Rp 20.000,-. Novel ini banyak bercerita tentang kehidupan pasca perang Vietnam. Kata-kata yang dipilih pun mampu membangkitkan rasa haru.

Alkisah dua orang berkewarganegaraan Amerika Serikat bernama Iris dan Noah yang mendirikan sekolah untuk anak-anak jalanan di Vietnam. Sekolah yang diberi nama The Iris Rhodes Center ini khusus diperuntukkan anak perempuan. Di sini mereka diajarkan pendidikan formal juga ketrampilan non formal. Sekolah ini juga menyediakan tempat tinggal untuk anak-anak jalanan tersebut. Murid pertamanya bernama Tam, seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun . Tam merupakan cucu seorang pengemis. Ibunya tega meninggalkannya karena tidak tahan dengan kemiskinan yang terus membelenggu. Kisah pertemuan Iris dan Noah ini baru diceritakan di bab ke 2.

Selain Tam, juga ada bocah jalanan lainnya termasuk yang bernama Mai. Sebelum berada di sekolah yang didirikan Iris ini, Mai tidur di sebuah keranjang besar di bawah kolong jembatan bersama temannya yang berlengan buntung juga bisu bernama Minh. Mereka di bawah kuasa seorang preman bernama Loc.

Dalam novel ini memang tidak disebutkan berapa jumlah anak jalanan yang ditampung di sekolah ini. Namun yang sering muncul dalam cerita hanyalah Tam dan Qui neneknya, Mai, dan Minh. Hingga akhirnya Tam meninggal dunia karena kesehatan yang terus memburuk (Bab 14).

Kepergian Tam seolah-olah menjadi jalan bagi Iris dan Noah untuk kehilangan Mai dan Minh. Kedua anak itu diculik Loc saat sedang bermain jungkat-jungkit di halaman sekolah (Bab 15).

Meski akhirnya mereka kembali ke pangkuan Noah dan Iris melalui pencarian yang panjang. Dan ada kejutan, Minh ternyata tidak bisu. Ia telah menipu Mai, Iris dan Noah selama ini. Ia berlagak bisu karena takut dengan Loc (Bab 16).

Alur cerita novel ini memang menarik tetapi terlalu banyak pernak-perniknya untuk menuju konflik. Tidak hanya kisah anak jalanan yang dihadirkan, namun juga percintaan antara Iris dengan Sahn (polisi Vietnam) dan Noah dengan Thien (pekerja di Iris Rhodes Center). Percintaan beda budaya itu sungguh menunjukkan perbedaan itu indah. (Bab 16)

Novel ini merupakan catatan petualangan sang penulis John Shors ke Vietnam. Selama di Vietnam, Ia berkesempatan untuk bertemu dengan kehidupan anak-anak jalanan. Di sana Ia bertemu dengan anak-anak yang seharian berada di jalanan untuk menjual kipas, kartu pos, bunga atau yang menawarkan diri bermain Connect Four (semacam permainan catur). Novel ini mampu menghadirkan penderitaan anak-anak jalanan. Dan problematika ini belum mendapatkan perhatian yang cukup. Sedikit orang yang menaruh perhatian kepada anak-anak jalanan.

Untuk melengkapi penulisan novel ini, John bahkan tiga kali berkunjung ke Vietnam, yakni pada tahun 1993, 1999 dan 2007. Pengalaman-pengalaman itulah kemudian dituangkannya melalui sebuah novel berjudul Dragon House. Hasil penjualan buku ini kemudian disumbangkan pada organisasi yang memberikan pelayanan bagi anak-anak yang mengalami krisis di Vietnam. Organisasi ini bernama Blue Dragon Children’s Foundation. Semuanya serba Dragon. Sepengetahuan saya, masyarakat Vietnam memang sangat menyukai Dragon (naga). Bagi mereka naga merupakan makhluk terhormat yang menjaga mereka.

Nah, sekali lagi, saya tidak menyesal membeli novel ini dan novel ini ikut andil melengkapi koleksi bacaan di perpustakaan mini rumah saya.

(Angkot Hijau)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements