Bagi pengemar jajanan tradisional, merupakan kabar gembira dengan kembali digelarnya Festival Kuliner Bango (FJB) tahun ini di Jakarta, Sabtu, 13 April 203. Lidah mereka kembali dimanjakan oleh puluhan masakan tradisional Indonesia. Belum lagi lokasinya cukup mudah dijangkau, masih seputar daerah Senayan. Event tahunan yang menyajikan beragam masakan tradisional nusantara ini selalu dinantikan. Setidaknya terbukti dengan antrian panjang di masing-masing booth.

Banyaknya varian jajanan di FJB membuat pengunjung lebih mengenal kuliner nusantara. Saking banyaknya pilihan, membuat bingung saat menentukan harus makan apa dulu. Seperti saya, begitu tiba di lokasi, sempat bingung mau makan apa dulu nih. Setelah sibuk berkeliling, akhirnya saya memutuskan untuk ikut antri di booth Es Dawet Srikandi. Kebetulan sinar matahari yang lagi terik-teriknya mendukung. Namun, ada hal yang mengecewakan, sudah capek antri eh ternyata saat sampai di depan meja, es yang diidamkan habis. Yaaah pengunjung kecewa. Hal serupa saya alami di booth Nasi Gandul Pati dan Es Selendang Mayang Kota Tua. Sebenarnya sih stoknya masih ada di mobil si pemilik booth, cuma saya dan suami malas menunggunya hehehe.

Kami berdua pun lanjut singgah ke booth berikutnya, Soto Taliwang Bersaudara. Kuliner ini khas Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ya, sebelum ke Lombok, makan sotonya dulu deh 🙂 . Si Pemilik, Ibu Hj. Baiq Hartini buka cabang di Jalan Panglima Polim dan Tebet Raya. Sotonya terdiri dari suwiran ayam dan daging, toge, bihun dan lontong, serta memiliki kuah bening. Rasanya raos pisaaan, bumbunya terasa. Semangkok dihargai Rp 15.000,-.

Tidak puas dengan satu jenis jajanan, saya dan suami pun menuju booth berikutnya. Kami ikut mengantri di booth Lontong Balap Garuda ‘Pak Gendut’. Antrian cukup panjang. Tidak percuma saya ikut antri demi bisa mencicipi kuliner khas Surabaya ini, Rasanya enaaaakk, kuahnya pedaass. Sayangnnya, Si pemilik Pak Gendut hanya berjualan lontong balap ini di Surabaya. Semangkuknya dibanderol Rp 15.000,-. Sepertinya semua makanan di sini rata-rata dijual dengan harga Rp 15.000,-

Puas menyantap kuliner khas Surabaya, kami pun menuju booth Sate Klatak Mak Adi Yogyakarta. Namun, kami cukup putus asa saat melihat antrian yang mengular. Alhasil kami batal untuk menjajal seberapa enak sih sate klatak ini. Ya, semoga saja tahun depan Sate Klatak ini ikut kembali di FJB.

Di FJB ini 10 legendaris kuliner kembali hadir menyajikan masakan andalan mereka, diantaranya yaitu Mie Aceh Sabang, Sate Jamur Cak Oney dan lainnya. Di FJB ini, setiap pengunjung yang berbelanja di masing-masing booth mendapatkan kupon yang dapat ditukar dengan kecap Bango ukuran mini. Lumayan lho, bisa hemat uang untuk beli kecap :). Yang berbeda dari tahun sebelumnya mungkin tempatnya jadi sedikit mengerucut. Tapi lidah dan perut tetap puas kok. Jadi gak sabar menanti FJB berikutnya.

duo ndut sedang berburu makanan enak.

duo ndut sedang berburu makanan enak.

Advertisements