Satu-satunya kata yang terlintas di otak saat ini cuma satu yang kebetulan saya jadikan bagian dari judul tulisan ini, yakni “Kompetisi”. Tertarik membahas hal ini gara-gara nonton tayangan The Next American Top Model. Perempuan-perempuan cantik, berbadan bagus dan terlihat keren saat berpose di kamera yang berkompetisi menjadi Top Model Amerika Berikutnya.

Yang namanya kompetisi, tentu ada yang menang ada juga yang belum beruntung (saya tidak ingin menggunakan kata kalah). Dan tentunya sudah ada kriteria untuk menentukan siapa yang berhak menang dan siapa yang tidak mujur peruntungannya dan harus mencoba kembali di lain waktu. Kriterianya ya tergantung si juri. Dan yang menyita perhatian saya adalah ketika diumumkan siapa yang tidak beruntung untuk melaju ke babak berikutnya. Dan ketika tiba saatnya pengumuman tersebut, reaksi-reaksi sedih, marah dari yang biasa sampai yang berlebihan terlihat transaparan. Ada yang menangis, ada yang merasa frustasi (lebay banget gak sih) ada yang gak bisa menerima kenyataan karena merasa dia pantas untuk jadi pemenang.

Menonton tayangan ini jadi seperti melihat kilas balik kejadian yang kebetulan juga saya alami. Entahlah, bukannya terlalu berlebihan, tapi karena saya terbiasa menganalisa suatu kasus jadi saya terbiasa merunut kejadian per kejadian. Dan tentunya perbedaan itu mudah dirasakan. Dan ketika diminta konfirmasi tapi malah mendapat tanggapan yang kurang baik dan malah merujuk pada tudingan, saya hanya bisa bilang “oke saya coba bersabar, hadapi kepribadian yang berbeda dari masing-masing manusia”. Entah semua ini karena efek kompetisi atau tidak ya hanya si pelaku yang bisa menjawab dengan jujur. Karena percuma berbohong kalau dari tindak tanduk dan cara bicara mengisyaratkan lain. Semua orang bisa menilai secara diam-diam.

Dan ini hanya sampel kompetisi kecil lho, masih ada kompetisi yang lebih besar lagi, yaitu kehidupan. Bisa dibilang dalam kehidupan, banyak hal-hal kasar saat berkompetisi. Sikut sana sikut sini, Namun kembali lagi, bagaimana cara kamu menghadapi kompetisi secara elegan, positif dan dewasa. Bukannya memikirkan menang atau tidak beruntung.

(Angkothijau)

Advertisements