Sebenarnya saya tidak ingin sampai menumpahkan kekesalan saya lewat blog. Tapi ini terpaksa karena tidak ada itikad baik dari BNI untuk mencari solusi terbaik.

 

Saya pemegang kartu kredit BNI. Awal mempunyai kartu kredit BNI sih tidak ada masalah. Semua baik-baik saja, sampai akhirnya timbul masalah pembayaran ganda Bill Smart Pam Aetra yang dilakukan oleh BNI.

 

Saya mendaftarkan PAM, PLN dan telepon saya melalui fasilitas autodebet kartu kredit BNI untuk mempermudah tracking dan pengarsipan tagihan saya. Tapi nyatanya, PAM saya telat didaftarkan, dan baru didebet 2 hari jelang jatuh tempo.

 

Dan ketika saya konfirmasi kepada call center BNI, mereka bilang belum didaftarkan untuk PAM Aetra. Jadi saya konfirmasi ke call center tersebut, saya akan bayar manual dulu, dan jangan didebit oleh BNI. Petugas Call Center mereka bilang iya. Saya pun membayarkan tagihan PAM Aetra saya bulan Juni 2013 melalui ATM Mandiri pada tgl 1 Juli 2013.

 

Yang mengejutkan, BNI juga mendebet saya untuk tagihan bulan yang sama pada tanggal 18 Juli 2013.

Saya sudah sering melayangkan keluhan saya ke call center dan customer care BNI. Tapi mereka seperti tidak peduli dengan nasabah. Mereka malah menyuruh saya untuk komplen langsung ke Aetra. Dengan dalih mereka hanya alat pembayaran.

 

Saya mengerti alur case double payment seperti ini. Seharusnya BNI berkata, kami akan mencari tahu lebih dahulu. Dan kalaupun ada double payment akan diakumulasikan untuk pembayaran bulan berikutnya. Bukannya main suruh kastemer klaim langsung ke Aetra. Saya juga sudah lampirkan bukti dari Mandiri bahwa pembayaran mereka sukses.

 

Sampai jawaban terakhir dari BNI melalui email (dibalas oleh customer care officer mereka bernama Luna), saya masih diminta untuk klaim langsung ke Aetra. Mereka hanya menyertakan bukti pembayaran PAM Aetra dari BNI.Kalau hanya memberikan cetakan tagihan Bill Smart itu tidak memberikan jawaban. Kalau ingin memberikan bukti, berikan dong bukti tanda terima dari Aetra untuk tagihan yang BNI bayarkan.

 

Saya geram dan tanggal 14 Agustus 2013, saya akhirnya melakukan sendiri penyelidikan ke Aetra. Dan ternyata saya mendapatkan jawaban dari pihak Aetra, bahwa pembayaran yang diterima Aetra adalah dari Mandiri. Dan sisa kelebihan pembayaran akibat pembayaran ganda sekitar 4 ribu rupiah akan diakumulasikan ke tagihan Aetra bulan Juli 2013. Masa hal kayak gini, BNI gak bisa lakukan? Malah tetap bersikeras pembayaran mereka yang berhasil. Kita lihat saja lembar tagihan berikutnya, berapa nominal yang tertera. Apakah betul hanya 4 ribu rupiah, atau BNI akan mendebit full kembali nominal tagihan Aetra bulan Juli 2013.

 

BNI, saya rasa kalian harus lebih sering training soal case double payment. Kalau kastemer yang harus gerak sendiri, saya tidak butuh BNI. Saya tidak butuh Bank yang hanya berperan sebagai alat pembayaran dan tempat menyimpan uang. Dari awal saya sudah beritahukan, pembayaran kalian gagal, tapi kalian bersikeras pembayaran kalian yang berhasil. Logikanya saja, kalian mendebit 17 hari terlambat dari Mandiri.

 

Satu lagi, call center BNI salah memberikan informasi terkait penutupan bill smart. Tanggal 29 Juli 2013 saya melakukan pembatalan bill smart BNI. Mereka mengatakan efektif bulan Agustus 2013, tagihan PAM, PLN dan TElkom saya tidak akan didebit lagi via BNI. Tapi nyatanya, customer care officer mereka mengatakan efektif September 2013 baru tidak didebit lagi. Herannya, kenapa BNI tidak melakukan checking recording? BNI langsung menyalahkan saya sebagai kastemer dan memaksa saya untuk tunduk pada aturan mereka padahal call center mereka yang salah memberikan informasi.

 

Sekarang saya sudah tidak percayakan urusan finansial saya kepada BNI. Saya tutup semua rekening saya di BNI. Saya juga tutup fasilitas Bill SMart saya dan saya akan segera menutup kartu kredit saya di BNI. Dan tidak akan merekomendasikan BNI kepada kerabat dan saudara saya.

 

Hanya karena case sepele dan nominal kecil kalian lebih suka kehilangan kastemer dan kepercayaan dari kastemer. Dan kekecewaan terhadap BNI ini terpaksa saya share ke Media. Entahlah, saya tidak tahu apa yang bisa menggerakkan BNI untuk peduli kepada pelanggannya. Yang jelas saya sudah mati rasa dengan BNI dan tidak tertarik untuk melanjutkan kerjasama dengan BNI lagi.

Advertisements