Judulnya terdengar ambigu ya, antara mengajak berbisnis online, atau masih ragu. Sebenarnya tidak ada maksud untuk membuat yang baca blog ini jadi bingung. Saya hanya ingin berbagi kisah tentang bisnis online. Ya, mungkin saja ada yang tertarik memulainya atau bisa saja saling berbagi tips bagi yang sudah pengalaman.

Jaman sekarang, internet bukanlah barang langka. Lewat telepon genggam pun kita sudah bisa merambah dunia maya. Berkat teknologi ini jugalah yang akhirnya bisa mewujudkan impian orang-orang dengan modal minin seperti saya untuk punya usaha / toko.

Berbisnis bukanlah hal baru bagi saya, walau hanya kecil-kecilan. Dari jaman lulus kuliah saya sudah memulai bisnis. Ya gak percumalah berdarah padang kalau tidak bisa dagang hehe. Bisnis pertama saya itu adalah menjual buku-buku langsung dari penerbit yang kebetulan juga klien saya. Komisi yang ditawarkan tidak besar, hanya 20% dari harga jual. Walau komisi kecil, tapi saya senang apalagi semua buku yang saya tawarkan laris 🙂

Nah, semakin berjalannya waktu, saya mulai berjualan lewat BBM, WhatsAp, SMS, facebook, blog, twitter dan instagram. Barang yang dijual pun beda, mulai dari mukena hingga baju muslim. Barang terakhir yang saya sebutkan ini adalah objek bisnis online saya.

Modalnya minim banget, cukup buat page di facebook. Trus upload foto-foto baju yang mau dijual deh (cari tempat grosir dengan harga terendah). Kamu bisa jadi reseller mereka.

Awalnya sih masih bingung mau jual baju apa, baju impor banyak yang lucu dan murah, baju muslim kok juga lagi hits modelnya. Belakangan sih saya fokus menjual busana muslim terutama yang bisa dipakai untuk kondangan.

Berbisnis online bukannya minim resiko. Resiko tetap ada, saya sudah mengalaminya, tapi yang namanya resiko ya jangan membuat kita mundur. Resiko harus dijadikan tantangan dan pelajaran.

Memangnya resiko apa sih yang dimaksud? Resiko yang paling sering ditemui itu, customer sudah banyak nanya dari a ke z, udah deal mau transfer eh tiba-tiba batal pas barang mau dikirim. Alasan batalnya ya macam-macam. Kiat menghadapinya, tulis di online shop kamu, hanya melayani pembeli yang serius. Dan pastikan customer sudah transfer uangnya dulu (penting banget buat punya online banking), baru deh kita kirim barang. Kalau customer udah mulai banyak nanya padahal sebelumnya dia sudah deal, kemungkinan dia bakal batalin order (berdasarkan pengalaman saya).

Resiko lainnya juga ada, dari yang iseng berkomentar kalau harga di lapak sebelah lebih murah. Komentar ini sih gak usah diambil hati. Harga yang kita kasih kan tergantung harga awal yang kita dapatkan. Untuk mensiasatinya, harus berburu toko yang menyediakan harga rendah untuk para reseller.

Resiko – resiko itu jangan dijadikan sebagai hambatan, tapi juga sebagai tantangan untuk berkembang. Kita harus siap hadapi resiko dan mensiasatinya segera. Belajar dari pengalaman deh.

Untuk tips mengembangkan bisnis online bisa di cari lewat mbah gugel ya. Secara garis besar sih, tips yang sering diberikan itu, fokus, mengenal segmen pasar dengan memilikk produk yang tepat dan pelayanan kepada customer.

Oya, jangan heran kalau ternyata yang antri membeli produk kamu itu bukan sekadar customer, bisa jadi reseller ikutan antri 🙂

Jadi, tertarik berbisnis online? Yuk dimulai.