Archive for March, 2014

Menikmati jakarta dari balik kaca bus Jakarta City Tour

Sejak peluncuran bus Jakarta city tour Februari lalu, gw dibuat penasaran untuk mencoba naik ke dalam bus tingkat berwarna hijau kombinasi ungu ini. Kebetulan Sabtu sore, 8 Maret 2014, gw berkesempatan naik bus tingkat wisata Jakarta ini dan  mengelilingi kota Jakarta. Awalnya pun karena ndut yang spontan mengajak setelah sholat Ashar.

image

image

Gw dan ndut naik dari halte khusus city tour di depan Plaza Indonesia. Bus memiliki rute Bundaran HI – Pasar Baru. Bus baru datang setelah sekitar 10 menit dari kedatangan kami di halte ini. Petugas bus ini dengan sigap mengatur keluar masuknya para turis domestik ini. Antrian boleh kacau, tapi begitu naik ke dalam bus, semua diatur. Tidak semua orang dipersilahkan masuk, tapi tiap lima orang dipersilahkan dan diutamakan yang berpasangan (teman, suami, istri, anak, pacar atau keluarga lainnya, tidak boleh terpisah). Begitu seterusnya sampai semua bangku sudah terisi. Tidak ada yang boleh berdiri, kecuali petugasnya ya.

image

Gw dan ndut kebetulan kebagian duduk di bangku bawah lantaran bangku di atas sudah terisi. Karena memang sudah kepengen banget duduk di bangku atas gw sempat nanya ke petugas, dan menurut petugasnya biasanya banyak orang yang turun di halte balai kota. Jadi gw dan ndut baru bisa pindah ke bangku atas di halte tersebut. Oke tidak masalah.

Naik bus wisata jakarta ini cukup nyaman, pengemudinya gak ugal-ugalan (pramudinya perempuan lho), ada pemandu wisatanya juga yang memberikan informasi seputar gedung-gedung yang dilewati bus ini. Gw aja baru tahu kalo nama Sarinah itu diambil dari nama pengasuh Bung Karno setelah diberitahu oleh pemandu wisata. Kondisi di dalam bus juga sangat bersih karena memang dilarang makan dan minum di dalam bus. Penyejuk udara dalam bus juga masih bagus kondisinya.

Walau udah sering banget lewatin rute bus ini, tapi tetap ada suasana yang beda. Berkeliling kota Jakarta dan mendapatkan informasi seputar gedung-gedung di rute ini. Kebetulan gw naik bus ini menjelang maghrib, Jakarta makin kelihatan cantik di malam hari. Tiap kali bus lewat ada saja warga yang memotret dari luar, gw dan ndut pun iseng tersenyum ke arah kamera warga hehehe (narsis).

Di dalam bus ini juga ada polisi lho. Jadi berkurang deh ketakutan untuk duduk di bangku atas. Tadinya sempat ngeri kalau ada orang jahat atau copet gitu yang ikutan naik, tapi dengan adanya polisi gw yakin aman.

image

Ketika bus berhenti di halte balai kota, gw dan ndut pun bergegas pindah ke lantai atas. Waaah pemandangannya lebih keren, serius! dan pemandangan lainnya (pengendara yang ditilang hehe). Begitu melihat tugu monas, gw penasaran dengan lidah api emasnya. Ini gara-gara ada berita yang bilang kalau ada sosok perempuan di sana, tapi gw perhatiin dengan seksama kok gak ada ya, di sebelah mananya sih?

Berkeliling kota Jakarta dengan bus wisata ini memakan waktu sekitar 1 jam. Kalau penasaran ingin naik, gw saranin sih naik dari halte awal aja kayak Bundaran HI. Seperti hari ini bus cuma berhenti di halte tertentu (Bundaran HI dan Balaikota). Bus beroperasi setiap hari dari jam 9.00-19.00 kecuali hari Minggu, dimulai dari jam 12.00-19.00. Tidak dipungut biaya, tinggal antri di halte lalu nikmati berkeliling kota Jakarta.

image

Ya, langkah yang baik untuk mendukung pariwisata kota Jakarta. Enjoy Jakarta.

Tertipu Online shop abal-abal part 2 : Telpon Layanan Call Center Bank

Tulisan ini merupakan lanjutan cerita sebelumnya. Kamu tertipu online shop abal-abal? Apa yang akan kamu lakukan? Kalau kamu tanyakan kepada saya, saya akan coba telusuri (bawaan naluri pekerjaan sebelumnya, menyelidiki dispute dan fraudster).

Sebenarnya saya ikhlas dan menyerahkan semuanya pada Allah, tapi hati kecil saya berkata bagaimana kalau pelaku masih berkeliaran dan makan korban lebih banyak?

Atas dorongan hati kecil inilah saya akhirnya tetap melanjutkan kasus ini. Hari ini, Selasa, 4 Maret 2014, saya kembali mengirimkan sms ke pelaku dan seperti biasa tidak ada respon. Oke, saya pun akhirnya menelpon layanan nasabah Bank BRI sesuai saran seorang teman, dan menceritakan runut kejadiannya.

Telepon pertama sempat terputus karena pulsa saya habis, saya telpon kembali dengan menggunakan nomor hp saya yang lain dan terhubung. Menurut salah seorang petugas call center, laporan saya sudah dibuatkan dan diteruskan ke bagian terkait (mungkin ke bagian customer care dan unit selanjutnya). Saya diberitahukan, apabila bisa direfund maka uang saya senilai Rp 148.000,- akan kembali ke akun bank saya. Selain itu, saya juga diminta menghubungi layanan nasabah Bank Mandiri (bank pengirim dana).

Saya pun menurutinya, saya langsung menelpon layanan nasabah Bank Mandiri, tapi apa yang didapat? Saya malah dioper ke kantor cabang terdekat. Saya pun ngotot, kenapa harus ke cabang? Lalu kerja kalian apa? Kalau BRI aja mau berempati dan membuatkan laporan penyelidikan, kenapa Bank Mandiri tidak mau? Petugas call center dengan nama online Ita tetap bersikeras saya harus ke kantor cabang. Ok saya pun beritahu ke dia ini bukan pengaduan usil tapi serius, saya catat namanya dan langsung mengirimkan email ke customer care Bank Mandiri. Maaf ya saya harus melakukannya karena tidak adanya empati dari Mandiri dan terkesan lempar kerjaan. Apalagi saya sudah cukup lama jadi nasabah Mandiri. masa iya saya yang baru setahun jadi nasabah BRI mendapatkan perlakuan yang lebih baik.

Kembali ke masalah penipuan, jadi langkah yang harus kamu lakukan jika kena penipuan ya lapor ke bank penerima dan pengirim dana, lapor ke polisi dan muat ke surat pembaca. Coba kamu bayangkan kalau si pelaku makin merajalela dan semakin banyak korban yang dijeratnya? Ikhlas sih pasti tapi langkah tegas harus dilakukan juga untuk melindungi konsumen dan pelaku online shop yang jujur.

Untuk Bank Mandiri, saya sangat berharap kalian tidak terlalu berbelit saat menerima pengaduan seperti ini. Karena dalam kasus saya, Mandiri adalah Bank pengirim dana dan call center Anda seperti bingung saat menerima pengaduan saya.

Salam anti penipu.

Tertipu Online Shop Abal-Abal

Judulnya serem banget ya, serem-serem nyebelin. Gimana gak nyebelin kalau kita ditipu online shop abal-abal. Saya adalah perempuan yang suka sekali belanja online. Alasannya karena efisien dan gak perlu keliling toko, dan kadang barang yang dijual pun unik. Harga sih relatif.

Sebelumnya saya tidak pernah bermasalah dengan online shop, saya transfer uang dan barang pun dikirim. Sampai akhirnya saya sendiri juga tertarik nyemplung ke bisnis ini.

Saya sering banget mendengar omongan negatif soal online shop, cuma gak diambil pusing karena waktu itu belum ‘kena’. Nah, seminggu yang lalu, akhirnya saya ‘kena’ juga sama online shop.

Ini order kedua saya ke online shop tersebut. Order pertama lancar, bahkan satu hari langsung sampai. Oke, saya percaya ini orang jujur dan saya pun memesan untuk kedua kalinya. Saat itu belum ada firasat jelek. Saya pesan tanggal 24 Februari 2014 dan langsung saya transfer di hari yang sama ke rekening BRI atas nama Muhamad Nur xxxx xxxx xxxx 530. Nominal yang saya transfer Rp 148.000,- sudah termasuk ongkos kirim dari Bekasi ke Jakarta. Estimasi pengiriman dua hari kerja.

image

image

Dua hari saya tunggu kok order tidak kunjung tiba. Saya pun mengirimkan sms ke si pemilik online shop (olshop), tidak ada balasan. Saya mengirimkan sms sekali lagi masih dengan menggunakan bahasa yang sopan. Akhirnya ada balasan, si pemilik olshop mengaku sudah mengirimkan order tanggal 24 Februari 2014 sore harinya. Dia pun berjanji akan memberikan nomor resi. Oke saya tunggu.

Sampai dengan tanggal 27 Februari, belum ada informasi juga soal nomor resi, saya pun kembali mengirimkan sms ke pemilik olshop. Sms saya diacuhkan. Saya pun menanyakannya lewat akun fb nya, ketika saya baca komentar pembeli di akunnya, alangkah terkejutnya saya, banyak orang yang sudah dibohongi oleh si pemilik olshop. Mereka sudah transfer uang tapi tidak menerima barang yang dipesan. Saya pun ikut berkomentar di sana.

Saya iseng mengirimkan pesan lewat facebook kepada salah seorang pembeli berinisial LAH. LAH mengaku sudah 4 hari dari tanggal transfer barang belum diterima. Sms pun tidak dibalas. Saya hanya bisa berkata “kita ditipu mbak͵”.

Keesokan malamnya LAH mengirimkan saya pesan di fb bahwa komentar saya dan dia yang berisikan komplen karena belum menerima barang dihapus sama pemilik olshop. Saya pun langsung mengecek dan benar bahwa pemilik olshop menghapus komentar saya dan LAH. Kemudian saya baca ada komentar dari pembeli yang juga ditipu. Saya pun menimpalinya dan kalian tahu, setelah itu akun fb saya diblokir sama si penjual. Dia tidak ada di daftar teman fb saya. Oh ternyata cepat juga gerakannya ya, belum sempat saya ‘screen shot’ eh dia sudah menghilang. Kurang dari lima menit saya diblokir oleh si pemilik olshop. Saya pun mengirimkan sms kembali tapi tidak ada balasan juga. Akhirnya saya berkesimpulan, ini orang penipu! Bisa hapus komen dan blokir akun fb orang tapi tidak bisa balas sms? Dasar penipu.

Penipuan oleh online shop memang semakin marak. Kalau kita iseng menelusuri instagram, silahkan ketik hastag penipuolshop, blacklistolshop dan sejenisnya pasti akan menemukan banyak pengalaman ditipu oleh olshop.

Kasus ini jadi pelajaran bagi saya dan penyuka olshop ke depannya untuk lebih berhati-hati. Semoga yang mencari uang dengan cara seperti ini diberikan ganjaran setimpal.

http://berrybenka.go2cloud.org/SHDI

Salam anti penipu.