Judulnya serem banget ya, serem-serem nyebelin. Gimana gak nyebelin kalau kita ditipu online shop abal-abal. Saya adalah perempuan yang suka sekali belanja online. Alasannya karena efisien dan gak perlu keliling toko, dan kadang barang yang dijual pun unik. Harga sih relatif.

Sebelumnya saya tidak pernah bermasalah dengan online shop, saya transfer uang dan barang pun dikirim. Sampai akhirnya saya sendiri juga tertarik nyemplung ke bisnis ini.

Saya sering banget mendengar omongan negatif soal online shop, cuma gak diambil pusing karena waktu itu belum ‘kena’. Nah, seminggu yang lalu, akhirnya saya ‘kena’ juga sama online shop.

Ini order kedua saya ke online shop tersebut. Order pertama lancar, bahkan satu hari langsung sampai. Oke, saya percaya ini orang jujur dan saya pun memesan untuk kedua kalinya. Saat itu belum ada firasat jelek. Saya pesan tanggal 24 Februari 2014 dan langsung saya transfer di hari yang sama ke rekening BRI atas nama Muhamad Nur xxxx xxxx xxxx 530. Nominal yang saya transfer Rp 148.000,- sudah termasuk ongkos kirim dari Bekasi ke Jakarta. Estimasi pengiriman dua hari kerja.

image

image

Dua hari saya tunggu kok order tidak kunjung tiba. Saya pun mengirimkan sms ke si pemilik online shop (olshop), tidak ada balasan. Saya mengirimkan sms sekali lagi masih dengan menggunakan bahasa yang sopan. Akhirnya ada balasan, si pemilik olshop mengaku sudah mengirimkan order tanggal 24 Februari 2014 sore harinya. Dia pun berjanji akan memberikan nomor resi. Oke saya tunggu.

Sampai dengan tanggal 27 Februari, belum ada informasi juga soal nomor resi, saya pun kembali mengirimkan sms ke pemilik olshop. Sms saya diacuhkan. Saya pun menanyakannya lewat akun fb nya, ketika saya baca komentar pembeli di akunnya, alangkah terkejutnya saya, banyak orang yang sudah dibohongi oleh si pemilik olshop. Mereka sudah transfer uang tapi tidak menerima barang yang dipesan. Saya pun ikut berkomentar di sana.

Saya iseng mengirimkan pesan lewat facebook kepada salah seorang pembeli berinisial LAH. LAH mengaku sudah 4 hari dari tanggal transfer barang belum diterima. Sms pun tidak dibalas. Saya hanya bisa berkata “kita ditipu mbak͵”.

Keesokan malamnya LAH mengirimkan saya pesan di fb bahwa komentar saya dan dia yang berisikan komplen karena belum menerima barang dihapus sama pemilik olshop. Saya pun langsung mengecek dan benar bahwa pemilik olshop menghapus komentar saya dan LAH. Kemudian saya baca ada komentar dari pembeli yang juga ditipu. Saya pun menimpalinya dan kalian tahu, setelah itu akun fb saya diblokir sama si penjual. Dia tidak ada di daftar teman fb saya. Oh ternyata cepat juga gerakannya ya, belum sempat saya ‘screen shot’ eh dia sudah menghilang. Kurang dari lima menit saya diblokir oleh si pemilik olshop. Saya pun mengirimkan sms kembali tapi tidak ada balasan juga. Akhirnya saya berkesimpulan, ini orang penipu! Bisa hapus komen dan blokir akun fb orang tapi tidak bisa balas sms? Dasar penipu.

Penipuan oleh online shop memang semakin marak. Kalau kita iseng menelusuri instagram, silahkan ketik hastag penipuolshop, blacklistolshop dan sejenisnya pasti akan menemukan banyak pengalaman ditipu oleh olshop.

Kasus ini jadi pelajaran bagi saya dan penyuka olshop ke depannya untuk lebih berhati-hati. Semoga yang mencari uang dengan cara seperti ini diberikan ganjaran setimpal.

http://berrybenka.go2cloud.org/SHDI

Salam anti penipu.

Advertisements