Tulisan ini merupakan lanjutan cerita sebelumnya. Kamu tertipu online shop abal-abal? Apa yang akan kamu lakukan? Kalau kamu tanyakan kepada saya, saya akan coba telusuri (bawaan naluri pekerjaan sebelumnya, menyelidiki dispute dan fraudster).

Sebenarnya saya ikhlas dan menyerahkan semuanya pada Allah, tapi hati kecil saya berkata bagaimana kalau pelaku masih berkeliaran dan makan korban lebih banyak?

Atas dorongan hati kecil inilah saya akhirnya tetap melanjutkan kasus ini. Hari ini, Selasa, 4 Maret 2014, saya kembali mengirimkan sms ke pelaku dan seperti biasa tidak ada respon. Oke, saya pun akhirnya menelpon layanan nasabah Bank BRI sesuai saran seorang teman, dan menceritakan runut kejadiannya.

Telepon pertama sempat terputus karena pulsa saya habis, saya telpon kembali dengan menggunakan nomor hp saya yang lain dan terhubung. Menurut salah seorang petugas call center, laporan saya sudah dibuatkan dan diteruskan ke bagian terkait (mungkin ke bagian customer care dan unit selanjutnya). Saya diberitahukan, apabila bisa direfund maka uang saya senilai Rp 148.000,- akan kembali ke akun bank saya. Selain itu, saya juga diminta menghubungi layanan nasabah Bank Mandiri (bank pengirim dana).

Saya pun menurutinya, saya langsung menelpon layanan nasabah Bank Mandiri, tapi apa yang didapat? Saya malah dioper ke kantor cabang terdekat. Saya pun ngotot, kenapa harus ke cabang? Lalu kerja kalian apa? Kalau BRI aja mau berempati dan membuatkan laporan penyelidikan, kenapa Bank Mandiri tidak mau? Petugas call center dengan nama online Ita tetap bersikeras saya harus ke kantor cabang. Ok saya pun beritahu ke dia ini bukan pengaduan usil tapi serius, saya catat namanya dan langsung mengirimkan email ke customer care Bank Mandiri. Maaf ya saya harus melakukannya karena tidak adanya empati dari Mandiri dan terkesan lempar kerjaan. Apalagi saya sudah cukup lama jadi nasabah Mandiri. masa iya saya yang baru setahun jadi nasabah BRI mendapatkan perlakuan yang lebih baik.

Kembali ke masalah penipuan, jadi langkah yang harus kamu lakukan jika kena penipuan ya lapor ke bank penerima dan pengirim dana, lapor ke polisi dan muat ke surat pembaca. Coba kamu bayangkan kalau si pelaku makin merajalela dan semakin banyak korban yang dijeratnya? Ikhlas sih pasti tapi langkah tegas harus dilakukan juga untuk melindungi konsumen dan pelaku online shop yang jujur.

Untuk Bank Mandiri, saya sangat berharap kalian tidak terlalu berbelit saat menerima pengaduan seperti ini. Karena dalam kasus saya, Mandiri adalah Bank pengirim dana dan call center Anda seperti bingung saat menerima pengaduan saya.

Salam anti penipu.

Advertisements