Ini tulisan yang telat dimunculkan. Baru keingetan gara-gara ada email kompetisi menulis pengalaman mencari kerja dari salah satu situs pencari kerja.

Pengalaman mencari kerja yang aneh pernah saya alami sekitar akhir Januari lalu. Suatu hari ada dua orang yang mengaku bagian personalia menghubungi saya lewat sms. Mereka mengabarkan panggilan kerja. Saya yang kebetulan baru mengundurkan diri dari salah satu bank asing ternama tentu saja kaget. Kok bisa ada panggilan kerja sementara saya tidak melamar. Ketika saya tanya, hanya dijawab saya pernah melamar beberapa waktu sebelumnya. Saya berpikir keras, sepengetahuan saya tidak pernah.

Berbekal rasa ingin tahu yang tinggi, saya menyetujui undangan salah seorang dari mereka, saya pun datang ke kantor tersebut. Alangkah terkejutnya saya saat tiba di sana, lokasi hanya di sebuah ruko di kawasan Jakarta Timur.  Firasat saya tidak enak, tapi saya tetap naik ke lantai  atas dan mencari tahu. Pengap yang saya rasakan, banyak peserta yang sedang diwawancarai. Hati kecil saya berkata, bukan ini yang saya cari. Saya pun urung memberikan dokumen lamaran kepada resepsionis. Saya bergegas turun.

Setiba di luar gedung, saya dihampiri seorang peserta pria, dia tiba-tiba menyerocos “Mau kerja kok diminta bayar Rp 150.000,- , saya kerja ya buat dapatin uang bukan sebaliknya. Katanya kerja buat perusahaan A mana.. lokasi aja kayak gini. Mbak ditawari jadi apa tadi,” Saya baru sadar ternyata dia berbicara kepada saya. Saya hanya bisa menjawab “Gak tahu, saya gak minat, cv saya bawa pulang lagi,”. “Mbak dapat info darimana kantor ini,?” Tanyanya lagi. “Dari sms, saya sih merasa tidak pernah kirim lamaran, makanya dari awal sudah merasa aneh,”. Pria tersebut manggut-manggut sambil berkata “Hati-hati aja sekarang mbak kalo mau cari kerjaan,”. Saya mengangguk dan meninggalkan kantor tersebut. 
 
Peristiwa yang saya alami jadi pelajaran berharga untuk tidak mempercayai begitu saja panggilan kerja. Terutama bila merasa tidak pernah mengirimkan lamaran dan hanya menerima panggilan kerja lewat sms. Selain itu Saya juga lebih berhati-hati saat memilih perusahaan yang akan saya lamar. Lebih baik cari lamaran yang mencantumkan dengan jelas nama perusahaannya. Bukannya sombong, tapi si pengirim sms itu kok ya gak liat dulu latar belakang saya, beruntung saya tidak memperpanjang perkara ini.
 
Catatan : Maaf, saya tidak hapal nama perusahaan yang mengirimkan sms itu, karena smsnya sudah saya hapus.
 
Sent from my LG Mobile

Advertisements