Piala Dunia telah dimulai tanggal 13 Juni 2014, tapi semangatnya kurang terasa. Setidaknya itu yang gw rasakan. Kalo di tempat perbelanjaan sih sudah pasti ramai dengan pernak pernik Piala Dunia. Coba deh tengok sosial media, adem ayem saja, setidaknya di linimasa gw, entah teman-teman sosial media baik facebook ataupun twitter gw yang lagi bersemedi, atau hanya perasaan gw aja.

Bisa dihitung jari yang buat status tentang Piala Dunia. Beda banget sama Piala Dunia 2010. Sahut-sahutan tentang negara yang lagi bertanding, cela-celaan sama teman tanpa ada rasa dendam. Kali ini pesona Piala Dunia bersaing ketat dengan Pilpres. Status tentang Piala Dunia bersaing dengan status teman-teman yang mendadak menjadi juru kampanye kedua capres. Dari status yang masih santun sampai yang mencela capres tertentu. Sumpah, bosan banget, entah berapa orang yang akhirnya gw unfollow.

Sebenarnya tidak hanya di facebook, dan twitter (saya tidak mengikuti path). Di blackberry pun bisa dihitung jari teman yang pasang status tentang Piala Dunia. Kalo kata Abdur Stand Up Comedy Indonesia 4, aduh mama sayangeee, sunyi sekali Piala Dunia kali ini. Saya rindu suasana Piala Dunia seperti tahun 2010. Banyak yang meramalkan suasana jelang pilpres akan tenggelam oleh Piala Dunia. Ya mungkin di linimasa lain bukan linimasa gw. Belum lagi nanti malam ada debat capres, bisa dipastikan linimasa gw dipenuhin status politik lagi, huufftt.

Ya sudahlah, biar gw dan ndut saja yang ribut bahas Piala Dunia. Mulai dari cela-celaan tim, maklum kami mendukung negara yang berbeda. Saya dukung Inggris dan Belanda, ndut dukung Perancis.

Tidak hanya redup di linimasa, nonton Piala Dunia kali ini juga butuh perjuangan lantaran tv kabel tidak memiliki hak siar Piala Dunia. Jadilah, ndut langsung memutuskan untuk membeli antena pf goceng. Sudah beli antena pun tidak menjamin dapat tayangan yang jernih. Saya sendiri mencoba mengunduh aplikasi vivall tapi loading-nya ampuuun deh. Ujung-ujungnya nonton dari telepon genggam dan tv streaming dari laptop. Meski demikian kami tetap tertarik menonton Piala Dunia ketimbang ngurusin berita pilpres yang bikin pusing. Bikin gaduh berdua dengan teriak gol. Mungkin Piala Dunia belum panas ya, atau musti menunggu final dulu baru ramai di sosial media?

Advertisements