Satu hal yang harus dipikirkan saat berwisata ya soal kendaraan. Sebelum berangkat ke Jogja, saya sempatkan diri googling kendaraan apa yang enak dipakai ngetrip.

Sewa mobil lebih praktis memang, gak perlu repot mikirin harus turun dan naik apa lagi ke destinasi berikutnya, tapi bagi saya harga sewa mobil bisa dialokasikan ke pembelian oleh-oleh. Lumayanlah apalagi Saya hanya jalan-jalan di dalam kota saja. Pilihan berikutnya ada andong, dan becak. Saya milih naik keduanya apabila memang destinasi hanya bisa dilalui kedua angkutan umum tersebut. Sewa motor juga bisa, tapi kali ini Saya memilih naik Trans Jogja atau Traja. Bus yang mengadaptasi bus Trans Jakarta ini mulai dioperasikan sejak tahun 2008. Kalau tidak salah Traja memiliki 8 rute, 1A, 1B, 2A, 2B, 3A, 3 B, 4A dan 4B.

Saya memulai perjalanan naik Traja ini di rute 1A, yakni dari Halte Bandara Adi Sucipto ke Halte Malioboro. Saya membeli kartu reguler trip supaya bisa dipakai selama 3 hari di Jogja dan ada tarif diskonnya. Hanya dengan membayar Rp 25.000,- saya sudah bisa mengantongi kartu plus saldo Rp 25.000,-. Untuk pengguna kartu reguler trip mendapatkan korting 300 rupiah untuk sekali jalan, jadi hanya dipotong Rp 2700 dari saldo awal. Hemat kan? Beda dengan bus Trans Jakarta yang harus merogoh kocek Rp 40.000,- tapi hanya dapat saldo Rp 20.000,-. Isi ulang saldonya pun murah dimulai dari Rp 15.000,- .

image

Kebetulan setiap naik Trans Jogja, saya selalu kebagian di waktu-waktu sibuknya warga Jogja, tapi tenang saja berada di bus ini gak desak-desakan seperti bus Transjakarta. Waktu tunggunya juga tidak lama. Kekurangannya mungkin ya, jalanan yang kebanyakan satu arah jadi pengalaman saya selama naik Traja memang banyak muter-muternya untuk sampai ke tujuan 😀 . Traja belum memilik jalur khusus jadi masih berbaur dengan kendaraan lain, tapi 3 hari di Jogja saya jarang kena macet kecuali pas ada demo tapi gak parah macetnya.

image

Mau menuju wisata populer seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur atau Pantai Parangtritis bisa juga naik Traja ini.

¤ Ke Candi Prambanan, ada di rute 1 A. Saya kebetulan naik dari halte Malioboro 1. Bagi yang baru keluar dari bandara Adi Sucipto dan hanya bawa ransel bisa langsung naik di Halte Adi Sucipto, turun di halte Prambanan. Setelah itu bisa jalan kaki sekitar 1 km atau naik andong dan becak.

¤ Ke Candi Borobudur, bisa juga, hanya saja harus turun di halte terminal Jombor (rute 2A) lalu lanjutkan dengan bis tujuan Borobudur.

¤ Ke Pantai Parangtritis, berdasarkan informasi yang saya dapatkan, Dari Malioboro naik Traja bisa transit di halte Sugiono menuju halte Giwangan. Selanjutnya bisa naik bus jurusan Parangtritis. Kalau mau akurat mending nanya sama petugas Trajanya ya.

Mau ke tempat kuliner seperti The House of Raminten jg bisa. Sewaktu di sana, Saya naik dari halte Senopati yang terletak di depan Taman Pintar. Petugasnya memberi petunjuk agar saya naik bus Traja rute 2A lalu transit di Halte Kridosono dan lanjut ke rute 3A dan turun di halte portable yang letaknya tidak jauh dari The House Of Raminten. Nah pas pulangnya agak ribet, apalagi udah malam dan hujan pula. Saya berjalan kaki ke jalan raya, ke arah halte Traja (lupa nama haltenya) untuk naik Traja ke arah Malioboro.

Sebelum naik Traja, jangan lupa ya ingat jam operasionalnya mulai dari 5.30 WIB – 21.30 WIB dan yang paling penting banyak bertanya ke petugasnya. Petugasnya baik hati semuanya, mereka gak jutek kalo kita nanya ini itu soal rute. Kalau nanya kenapa Traja datang lama pun dijawabnya sopan banget (waktu itu pas ada demo bbm dan hujan pula, jadi jalanan yang dilewati rute 2A memang padat) udah gitu penjelasannya detail.

Advertisements