Sepulang dari Candi Prambanan niatnya sih berkeliling kota Jogja, tapi badan rasanya lengket karena cuaca panas. Jadi kami balik ke hotel dulu untuk membersihkan diri dan sholat, setelah itu baru jalan-jalan lagi. Ya namanya juga manusia hanya bisa berencana, apa daya hujan turun lagi, yang 🙂

Saya baru bisa keluar hotel sekitar pukul 5 sore. Karena sudah malam dan buta daerah Jogja, jadinya ya jalan-jalan aja sepanjang Malioboro hingga ke nol kilometernya Jogja, mengabadikan foto di sana, duduk-duduk di bangku yang sudah tersedia di sana sampai maghrib tiba sambil lihat burung walet beterbangan dan lalu lalang kendaraan juga warga yang asyik bercengkerama. Romantis juga hahaha. Mau masuk benteng Vredeburg, kraton dan Taman Sari juga sudah kesorean.

Satu jam duduk-duduk di area nol kilometer, kami pun lanjut berjalan ke arah Taman Pintar dan menemukan Halte Traja. Akhirnya keliling naik bus Traja lagi dari halte Senopati depan Taman Pintar. Hari juga semakin malam, sekalian saja deh cari makan dan tempat kencan, ihiiiy. Tiba-tiba kepikiran The House Of Raminten di Kotabaru karena tadi siang memang pengen ke sana tapi gak kesampaian. Kami naik Traja di rute 2A lalu transit di Halte Kridosono ke rute 3A. Menurut informasi kondekturnya sih bisa turun di halte portable yang tidak jauh dari The House Of Raminten. Lokasinya bersebelahan dengan Mirota Bakery.

image

Bersyukur banget pas tiba di resto ini gak pake ngantri. Begitu tiba langsung duduk lesehan dan pesan makanan. Makanannya murah meriah setidaknya untuk di kelasnya. Sego kucing pakte (pakai telor) lengkap dengan oseng tempe dan sambal teri cuma dibanderol tiga ribu rupiah, mau nambah nasi ya cukup keluarin uang dua ribu rupiah lagi. Sego gudeg telor cuma sepuluh ribuan, sego gudeg komplit cuma 18.000,- harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan lesehan dekat hotel kami. Harga minuman juga murah meriah belum lagi ada minuman yang dituang di gelas yang segede gaban hehe, bisa untuk minum bertiga. Kencan di sana cuma keluar uang tiga puluh ribu rupiah. Sudah termasuk dua gelas minuman nambah makanan dan kerupuk. Kalau makan di sini jangan malu bertanya soal porsi makanan ya, porsinya untuk satu orang atau rame-rame.

image

Kencan kami di The House of Raminten diiringi musik gamelan dan lampu temaram, kalau gak ingat jam operasionalnya Traja mah betah urang di dieu 😀

Advertisements