Berlibur hanya dalam waktu 3 hari memang tidak cukup untuk mengeksplor wisata setempat, ya seperti yang saya alami. Apalagi pas tiba hari terakhir liburan, jadi pengen punya mesin waktu supaya bisa mengulang kembali hari pertama liburan.

Hari terakhir berlibur, saya dan suami hanya blusukan ke Malioboro dan sekitarnya. Waktunya membeli oleh-oleh di sepanjang Malioboro, Pasar Beringharjo dan melipir ke toko bakpia dan kaus merk dagadu.

Setelah sarapan, sekitar pukul 7.30 WIB, kami langsung berangkat menyusuri Malioboro. Niatnya sih jalan kaki lagi tapi tiba-tiba disamperin abang becak motor. Si abang betor gak henti-hentinya merayu bahkan ngintilin terus, hingga akhirnya kita luluh juga. Rencana awal cuci mata di sepanjang Malioboro jadi berubah ke Tugu Jogja, Kraton Jogja yang ternyata belum buka karena kami datang kepagian, toko dagadu, toko bakpia 99 dan Pasar Beringharjo.

image

Di Tugu Jogja, kami menyempatkan diri berfoto di sini, di tengah ramainya lalu lalang kendaraan. Gak perlu berlama-lama di sini karena ngeri kesenggol kendaraan juga.

Dari Tugu Jogja kami menuju Kraton Jogja, tapi cuma muterin kompleknya saja karena datang kepagian. Kata abang betor sih kamisnya bakal ada acara gunungan, wah sayangnya kami sudah kembali ke Jakarta jadi gak bisa menyaksikan. Dari Kraton kami menuju toko kaus dagadu dan bakpia 99. Kami melewati kampung kauman, tadinya mau mampir ke langgar KH A. Dahlan tapi urung.

image

Belanja oleh-oleh juga hanya sebentar, semua makanan khas jogja dicemplungin ke keranjang belanja karena bingung mau milihnya. Selesai berbelanja kami meminta abang betor ke Pasar Beringharjo, tadinya sih mau ke Mirota, tapi harga Pasar Beringharjo lebih bersahabat di kantong liburan ala backpacker tapi koperan kayak kami ini.

Si abang betor cukup mengantar sampai Pasar Beringharjo saja, karena takutnya kelamaan menunggu kami belanja. Oya, Si abang betor ini pandai juga bercerita sejarah tempat yang kami kunjungi. Beda sama abang becak yang saya sewa 3 tahun lalu, yang hanya mengantar tanpa bercerita sejarah tempat tersebut. Abang betor ini sempat bercerita soal pohon beringin kembar saat masuk gerbang komplek kraton. Pohon beringin ini diberi nama kiai apa gitu saya lupa. Dia juga bercerita sejarah tugu jogja, kampung kauman, hotel tertua di jogja yakni Hotel Tugu yang jadi cagar budaya dan sedang dalam renovasi. Keren deh pokoknya, ya gak masalah dong kalau saya kasih tips ke dia atas usahanya itu.

Bagi turis yang ingin memborong batik ya di sini tempatnya, Pasar Beringharjo. Batik-batiknya bagus dan murah meriah. Kalau ke sini selalu deh tergoda untuk membeli kain batik. Untung saya bisa mengendalikan nafsu ya, karena teringat kain-kain yang dibeli di Bangkok saja belum dijahit sampai sekarang hihihi. Kalau lapar sehabis belanja bisa makan pecel di depan bangunan Pasar.

Puas berbelanja batik kami pun menyeberang ke arah pedagang kaki lima di sepanjang jalan Malioboro. Masih ada yang mau dibeli? Masih dong, kaus buat para lelaki belum sempat dibeli tuh, ntar pada cemburu lagi. Harga kausnya miring, ada yang Rp 15.000,-, kalau mau yang bahannya lebih berkualitas sedikit beli yang seharga Rp 30.000,- atau kalau mau mahal ya ke toko dagadu 🙂 . Barang yang dijual tidak hanya kaus tapi juga ada blankon, pajangan, tas, sendal dll. Jangan lupa menawar ya untuk mendapatkan harga terbaik dan bersahabat sama kantong. Biasanya si penjual mau kok kasih korting apalagi belanjanya pas mereka baru buka lapak. Penglaris.. penglaris.. kata mereka sambil menepuk dagangan mereka dengan uang.

Advertisements