Akhir pekan yang panjang tentunya lebih seru bila diisi dengan liburan. Saya pun tidak mau melewatkannya. Destinasinya tidak perlu jauh-jauh, ke Kota Hujan saja alias Bogor. Tempatnya sejuk, banyak pilihan wisata kuliner. Jangan tanya berapa ya, karena Saya belum sempat merisetnya ☺.

Salah satu restoran yang Saya datangi adalah Lemongrass Resto. Sebuah restoran bergaya kopitiam modern yang terletak di salah satu jalan utama Kota Bogor, yaitu jalan Padjajaran. Lemongrass termasuk restoran baru, dibuka sekitar awal Februari tahun ini. Hanya selang beberapa hari dari hari ulang tahun Saya.

Saya penasaran dengan tempat ini karena ‘ngehits’ banget di Instagram. Berbagai review, dan foto seliweran di Instagram, siapa yang gak mupeng?

Pertama datang ke tempat ini sempat bingung karena langsung disambut oleh kolam mini (gak ada ikannya juga sih). Ternyata pintu masuknya ada jalan setapak di samping restoran. Begitu masuk jangan harap bisa langsung duduk dan memesan makanan. Seperti yang Saya dan suami alami, kami harus rela masuk ke daftar tunggu. Baiklah demi membayar rasa penasaran, Saya kesampingkan rasa bosan menunggu. Restoran ini memiliki dua lantai. Sayangnya lantai atas sudah direservasi jadi gak bisa makan di sana juga. Dilihat dari desain interiornya tidak mengecewakan, Saya kasih nilai 10 deh. Lokasi yang pas untuk selfie, wefie (dan sejenisnya).

Bagaimana dengan makanannya? Bagi Saya semuanya memiliki kadar asin yang sangat tinggi, entah itu berasal dari penggunaan MSG atau garam. Yang jelas lidah Saya kebas dibuatnya, bagian THT juga. Saya termasuk yang intoleransi terhadap makanan asin banget. Menu yang saya pesan Nasi lemak rendang dan calamari
Dua-duanya asin sekali di lidah Saya. Sambal yang seharusnya pedas malah didominasi rasa asin.

image

image

image

Satu hal yang Saya tidak suka di sini adalah tidak jelasnya yang mana ruang merokok dan ruang bebas asap rokok. Pelayannya juga tidak menanyakan kepada saya, saya ingin duduk dimana. Yaiyalah, Wong ini aja masuk daftar tunggu, mana bisa pilih tempat duduk. Ya, nikmati aja tuh makan sambil ditemani asap rokok ( satu meja setelah meja saya ditempati oleh para perokok).
Mungkin hal ini bisa jadi perhatian pihak restoran. Saya memberikan nilai 1,5 dari range 1-5.

Angkot hijau
Posted from WordPress for Android