Masih dalam rangka lebaran dan liburan Juli lalu, Saya dan suami menyempatkan diri mampir ke Bandung. Tadinya sempat khawatir terjebak macet, tapi ternyata lancar. Mungkin kami datang saat arus balik tengah berlangsung ya.

Ngetrip di Bandungnya sih hanya sebentar. Tempat menginap pastinya di Jalan Braga (suka sama suasana kunonya dan banyak tempat makan hihihi). Kalau ke Bandung sih kami gak pernah wisata belanja, gak tertarik menghabiskan duit di mall atau FO ๐Ÿ˜. Lebih tertarik wisata alam atau kuliner. Maklum jarang lihat pemandangan hijau di Ibukota ๐Ÿ˜‚.

Destinasi yang dipilih juga di luar rencana. Baru kepikiran saat di Angkot dari Taman Musik menuju Dago. Hey, kenapa kita gak ke Dago Pakar saja. Begitu kira-kira kata Ndut. Jawaban Saya seperti biasa “ngapain ke sana? Ada apa di sana?”. “Ke hutan, yuk,”. Hutan? Waduh… Kok berasa ‘spooky’ ya ๐Ÿ˜…. Ternyata hutan yang dimaksud Hutan Wisata Dago Pakar. Ooohh, hayuklah.

Dari terminal Dago, kami naik ojek ke TKP. Tarifnya sekitar Rp 15.000/orang (kalau gak salah ingat ya). Lokasi lumayan jauh. Jalan kaki juga bisa tapi tidak disarankan karena nanti di Hutan Wisata bakal puas jalan kaki hehehe.

Harga tanda masuk ke Hutan Wisata murah kok, hanya Rp 11.000,- per orang. Tempat yang bisa dikunjungi banyak banget!. Gua Jepang, Gua Belanda, penangkaran Rusa (kalau ini sih udah pernah pas liputan di Bogor) dan beberapa Curug. Rute awal kami adalah menuju Gua Jepang. Dengan semangat 1000% kami menyusuri medan yang kontur tanahnya naik turun, belum lagi ada tangga. Baru sekitar 500 meter, tiba-tiba ada terdengar salakan anjing. Waduh, sieun ih, digigit lagi ntar. Ternyata ada pengunjung yang membawa anjing, dan anjingnya disapa oleh para anjing pemilik kedai di sana. Heboh ya. Karena kami berdua takut gukguk lebih baik kami mengurungkan diri ke Gua Jepang. Balik kanan, grak!.

image

Gak lucu dong, sudah jauh-jauh ke sini eh langsung balik ke Hotel. Akhirnya kami menempuh rute lain ke Gua Belanda. Jarak lumayan jauh. Jalannya juga penuh bebatuan. Di sepanjang jalan bisa ditemui kedai makanan yang menjual Mie rebus atau jagung bakar. Kalau lapar setelah mengelilingi Hutan Wisata mampir saja ke sini. Hati-hati ada monyet ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™‰, tapi jangan takut mereka gak jahat kok. Cuma nemenin kita makan aja.

image

Setelah berjalan jauh, akhirnya tiba juga di Gua Belanda. Hore.. Hore. Guanya gelap banget, katanya pernah dipakai waktu shooting dunia lain. Kalau kamu takut, sewa senter mini aja, lima ribu rupiah saja harga sewanya. Jangan lupa perginya barengan sama pengunjung lain. Kalau gak mau repot balik lagi buat antar senternya, mending siapin sendiri ๐Ÿ˜. Soalnya dari Gua Belanda ini masih banyak destinasi menarik lainnya

image

image

image

Kalau Saya dan suami sih bolak balik gelap-gelapan di Gua Belanda lantaran waktunya kepotong Jumatan jadi gak mungkin juga seharian di Hutan Wisata. Belum lagi harus balikin senter. Yah setidaknya sudah menapakkan kaki di Gua Belanda lah daripada enggak sama sekali ๐Ÿ˜. Kapan-kapan kalau ke Bandung wajib ke sini lagi deh, nyobain ke curugnya. Bagi yang mau ke Tebing Keraton, juga dekat dari sini. Dari loket tinggal belok kanan saja.

Jadi ke Bandung gak musti belanja kan? Wisata alam lebih asyik, pakai deg-deg an lagi ๐Ÿ˜„.

Angkot hijau
Posted from WordPress for Android

Advertisements