Senin, 29 Mei 2017, merupakan hari terakhir kami melakukan perjalanan Ramadhan di Negeri Jiran . Untuk menu sahur masih seperti hari sebelumnya , Nasi Kandar . Jujur ya, Nasi Kandar ini enak kali ya, rasanya otentik . 

 Di hari terakhir ini, Saya dan suami memutuskan untuk tetap berkeliling Kuala Lumpur dengan menaiki bus Hop on Hop Off, mumpung masih ada sisa waktu sampai pukul 11.00 siang waktu setempat. Cuaca KL masih sama, panas. 

Rute perjalanan kali ini, Saya ingin mampir di Dataran Merdeka dan Menara Kembar saja. Di Dataran Merdeka, kami mengabadikan momen di setiap sudutnya. Di sini tempat diturunkannya bendera Union Jack dan bendera federasi Malaysia dikibarkan pada tengah malam tanggal 31 Agustus 1957. Dataran Merdeka pun dijadikan tempat dilaksanakan Parade Hari Merdeka (sumber Wikipedia). 

Puas mengabadikan setiap penjuru Dataran Merdeka, kami segera menuju tempat berhentinya bus Hop on Hop Off. Target destinasi berikutnya adalah Menara Kembar. Trip ke KL ini merupakan kesekian kalinya, tapi jujur Saya belum pernah naik ke atas Menara Kembar, that’s why I’m so excited to go there. Sampai rela menyisihkan ringgit demi bisa naik ke Menara Kembar. 
Kami turun di depan KLCC. Lalu kami berjalan menuju ke Menara Kembar. Dari luar tampak sepi, perasaan tidak enak. Saya pun mendekati penjaga dan bertanya. Ternyata oh ternyata, Menara Kembar tutup di Hari Senin. Kecewa pemirsa. 

Belum rejeki ya, lain kali lah kita mampir 

Begitu ucapanku pada si ndut ya. Saling menghibur hati saja sih intinya. 

“Ya udahlah yuk kita belanja coklat aja, banyak ringgit nih buat beli coklat,” Saya meracuni suami dengan keinginan belanja coklat hahaha. 

Katanya kan coklat bisa menjadi obat kecewa ya, benar gak sih, buktinya kalau patah hati pasti banyak yang mencari coklat, hihihi. 

Kami pun memborong berbagai macam coklat di sebuah kios coklat di dalam Mall KLCC. Puas belanja coklat, kami pun ke stasiun LRT menuju KL Sentral. Kami harus segera kembali karena penerbangan ke Jakarta berangkat sore. Oiya, sempat juga sih berfoto di air mancur KLCC, cari udara segar hehehe. 

Niatnya sih langsung balik ke Hotel, ambil koper terus naik Klia express lagi ke bandara KLIA1. Namun godaan belanja muncul lagi. Kami pun membeli beberapa potong kaus dan sebuah tas sebelum pulang. Obat kecewa karena tidak kesampaian ke Menara Kembar. 

Lepas belanja, kami balik ke Hotel, memasukkan belanjaan ke koper dan siap menuju ke bandara. 

Untuk transportasi menuju ke bandara sih lebih memilih KLIA Express, lebih cepat dan nyaman. Tarif memang sedikit mahal tapi setidaknya bisa memangkas waktu perjalanan. 

Di KLIA1, kami menuju loket maskapai KLM lalu mengikuti prosedur di bagian Imigrasi yang lebih sedikit antriannya ketimbang di KLIA2. Lebih nyaman. Bisa jadi pertimbangan untuk pemilihan maskapai jika ingin keliling Malaysia lagi. 

Lepas urusan Imigrasi kami musti naik transportasi aerotrain ke ruang tunggu maskapai KLM. Letaknya masih di dalam KLIA1. Seriously, It’s dope broh. Semoga nanti ada moda transportasi yang sama di Bandara Soekarno-Hatta. 

Sampai jumpa lagi, KL. Jakarta, aku kembali 😊. 

Advertisements