Alhamdulillah urusan berbuka puasa lancar. Selama di Singapura kami berbuka puasa di Masjid Sultan lalu lepas sholat kami membeli makanan kecil di Bazar Ramadan yang digelar di samping area Masjid.

Nah yang kemudian menjadi pekerjaan rumah adalah mencari restoran yang buka 24 jam untuk sahur. Restoran di sekitar area hotel kami tidak ada yang buka 24 jam. Sahur pertama kami berjalan cukup jauh ke arah Masjid Malabar. Belum sampai di Masjid (masih pertengahan jalan) kami bertemu bapak-bapak yang akan menuju Masjid. Saya menanyakan di manakah kami bisa makan sahur di sekitar area ini. Pertama beliau agak bingung lantaran waktu Subuh tinggal 20 menit lagi. Akhirnya beliau menyarankan ke Area Supermarket Mustafa saja. Di sana banyak restoran halal yang buka 24 jam, lebih tepatnya makanan ala Melayu Timur Tengah.

Setelah mengucapkan terima kasih kami setengah berlari menuju kawasan Supermarket Mustafa yang terletak di Jalan Syed Alwi. Betul saja di sana ada restoran halal yang buka 24 jam, namanya CMK 21 Restoran. Letak berseberangan dengan Supermarket Mustafa.

Meskipun sahur dengan waktu terbatas namun alhamdulillah bertemu nasi lengkap dengan lauk kari kambing dan segelas teh susu. Lumayan bekal untuk jalan-jalan hari ini biar kuat menjalani puasa. Jalan-jalan sambil puasa kenapa tidak.

Sahur berikutnya, kami makan di restoran yang berbeda. Kali ini kami berjalan lurus menuju Area Mustofa, namun baru mau menyeberang Jalan Besar, Saya melihat plang restoran ABC Nasi Kandar. Tiba-tiba Saya takjub hehe, wah restoran favorit kami sewaktu sahur di Kuala Lumpur ternyata juga ada di Singapura. “Eh ABC Nasi Kandar tuh,” kata Saya pada suami.

“Oh iya, ke sana aja yuk,” ujar suami. “Ok,”. Lalu kami menyeberang setelah lampu lalu lintas berwarna hijau menyala untuk pejalan kaki dan berjalan menuju Restoran yang dimaksud.

Setiba di Restoran, Abang pelayan Restoran yang keturunan India tampaknya paham dengan muka melayu (terutama Saya ya) sehingga dia menyapa kami dengan bahasa Melayu. “Dua orang?,” tanya Dia. “Yes,” jawab Saya masih dengan bahasa Inggris. “Nak makan ape?,” tanyanya lagi. “Nasi Kandar,” “Nasi Kandar belum jadi, Briyani boleh?,” tanyanya. Saya dan suami saling melihat dan memberikan kode apakah tetap makan di sini atau pindah tempat karena tidak ada Nasi Kandar. Suami menganggukkan kepala tanda setuju. “Oke, dua ya. Satu kambing, satu ayam,” jawab Saya. “Oke, minum? Tea?,” tanya si Abang pelayan. “Tea boleh. Dua ye,”

Kami pun masuk dan duduk di dalam restoran. Sekitar 5 menit kemudian, Nasi briyani kambing dan nasi briyani ayam disajikan di meja kami. “Makanlah,” kata si Abang pelayan. “Makasih bang,” ucap Saya.

Si Abang Pelayan masih berdiri di samping meja kami. Rupanya dia ingin berbincang sedikit. “Stay kat mana?,” tanyanya. “Sultan Mosque,” “Oh turis area, patut jarang ade kedai buka 24 hours,” ucapnya dengan bahasa Melayu campur Inggris. “Ya,” jawab Saya singkat. “Buka puasa kat mana?,” tanyanya lagi. “Masjid,” jawab Saya. “Oh ya kat sana tiap puasa ada juadah puasa, free,” “Iya enak makanannya,” “Dari mana nih?,” “Siapa? Kita? Indonesia,” “Oh. lama stay kat sini?,” “Taklah, kejap je,” jawab Saya. “Nanti, boleh makan sahur sini je,” “Insya Allah. Eh, kita pernah makan kat restoran sama kat KL. ABC too,” kata Saya membuka percakapan baru. “Ya, banyak kat KL,” “Kat Brickfields tu, across the Nu Sentral Mall,” “I see,” “Sedap Nasi Kandar,” puji Saya. Abang pelayannya hanya tersenyum.

Lumayan, hasil bercakap-cakap tadi kami diberi potongan harga sekaligus arahan menuju Masjid yang letaknya tidak jauh dari restoran untuk menjalankan Sholat Subuh.

Advertisements