Yuhuuu, kalau sebelumnya kami backpacker ke dua negara tetangga, sekarang giliran kota tetangga saja dikunjungi (hampir sering dikunjungi sih sebenarnya). Kali ini kami ngebolang ke Bandung. Seperti biasa wisata alam bukan wisata belanja.

Lokasi yang kami pilih kali ini adalah Farm House Lembang, Tebing Keraton dan Bukit Moko. Karena semua lokasi ada di kabupaten jadi kami memilih Mercure Setiabudi Bandung sebagai tempat penginapan. Alasan tepatnya sih karena ada promo bagi member Accor 😁.

Ketiga tempat itu kami tempuh seharian (istilahnya capek ya capek seharian gak berhari-hari 😆). Rute pertama Farm house Lembang karena jaraknya gak begitu jauh dari Hotel kami. Walaupun gak jauh tetap saja nyampenya lama, ya maklum aja perginya pas liburan.

Saking penuhnya kami gak bisa parkir di dalam jadi ya parkir di lahan yang khusus disewakan untuk pengunjung Farm House. Untuk bisa memasuki Farm House kami membayar Rp 20.000 per orang, Tiket nya bisa ditukarkan dengan segelas susu. Waktu datang, agak bingung musti kemana dulu secara dimana-mana sudah banyak orang padahal baru jam 10 lho. Hmm, mereka kira-kira datang jam berapa sih🤔.

image

Daripada kelamaan bingung, kami memutuskan bermain dan kasih makan kelinci dan domba saja dulu. Baru setelah itu keliling ke rumah Eropa, rumah Hobbit, Sumur harapan dan makan es krim gulung. Kami gak ke area lock love karena terlalu padat.

Keliling di Farm House gak lama, gak sampe sejam juga kayaknya. Kami pun lanjut ke Tebing Keraton, tadinya mau ke pengunungan Teh dekat area Tangkuban Perahu, tapi karena mobil gak bisa belok ke kanan jadi kami turun lagi menuju Dago Pakar. Arah ke atas juga macet banget.

Akhirnya terwujud juga ke Tebing Keraton. Sebenarnya keinginan ke sini sudah dari tahun lalu tapi belum terwujud. Untuk menuju ke sini, mobil tidak bisa sampai atas karena jalan yang sempit. Mobil hanya bisa parkir di dekat pangkalan ojek. Untuk menuju ke atas ada 2 pilihan, naik ojek atau jalan kaki sekitar 2 km.

Sebenarnya jalan kaki lebih sehat sih tapi medannya terlalu curam dan terjal. Kami memutuskan sewa ojek pulang pergi. Tarif sewanya Rp 100.000. Tadinya kami pakai motor matic tapi di tengah jalan kami menukar dengan motor kopling. Motor matic gak kuat nanjak, tengah tanjakan serasa mau merosot, Saya terpaksa turun menahan pantat motor. Untung mamang ojek ikut ke atas, jadi bisa langsung tukar motor kopling.

image

image

image

Setiba di atas kami membayar tiket masuk Rp 11.000 per orang sudah termasuk Asuransi. Pemandangan dari Tebing Keraton ini luar biasa indah, bisa lihat gunung papandayan, dan tahura. Sayangnya kalau mau foto ya agak susah karena latar belakangnya manusia semua Hehehe. Di sini ada aturan tidak boleh naik ke atas pagar ataupun bersandar, lebih baik ditaati karena gak rugi juga toh jadi manusia yang tertib. Be a classy traveler, guys. Puas menikmati pemandangan dan wefie kami pun kembali ke bawah.

Di parkiran sempat nanya kalau ke Bukit Moko bisa gak dari sini, eh mamang parkirnya bilang bisa. Yaudah kami ikuti aja. Jalannya sempit, hanya muat 1 mobil, berbatu, curam pula. Harus ekstra hati-hati. Biasanya kan pengunjung lewat Padasuka, nah daripada kejauhan, kami mencoba jalur yang jarang ditempuh ini.

Tiba di Bukit Moko, kami langsung takjub. Tinggi banget, padahal masih di area restoran. Dari sini aja udah bisa lihat Bandung. Perjalanan yang susah tadi terbayarkan. Worth it

Kami sempat salah masuk, tadinya masuk dari pintu masuk restoran, karena gak tau ya masuk aja terus tiba-tiba dipanggil harus bayar voucher masuk dulu Rp 25.000. Mahal aja. Gak taunya maksud si mamang tuh kita harus makan di sana dan bayar Rp 25.000 dah dapat paket makanan. Jadi bukan voucher kayak di farm house. Sok tunggu sakeudap mang, nyak. Kami mau foto dulu, makan pasti, ini perut juga udah berontak kok. Makan di area sini enak juga pemandangannya bagus. Cuma karena awan hitam mulai bergerak ke arah Bukit Moko, maka kami pun segera naik ke atas.

Ke atas puncak harus melalui hutan Pinus, sebenarnya bagus untuk foto di sana dan menikmati Bandung dari atas Bukit, cuma belum sampai atas hujan mulai turun. Alhasil, kami urung masuk. Ya sudah lah, di bawah saja juga sudah bagus banget pemandangannya. Nanti lah kalau bisa sih sampai malam di sana jadi bisa memandangi Bandung dari ketinggian di Malam hari. Untuk naik ke puncak harus bayar ya, sekitar Rp 15.000 per orang, lupa.

Yang kurang dari sini mungkin transportasi umum ya. Ke sini ya harus naik mobil atau motor pribadi. Angkot kayaknya gak sampai ke atas. Kalau di negara tetangga kan bus umumnya sampai ke gerbang wisata serupa dan tinggal lanjut naik semacam kereta gitu lah untuk mencapai puncak. Kalau pemandangan mah Bukit Moko jauh lebih keren. Semoga ke depan semakin berbenah dalam infrastruktur.

image

Angkot hijau
Posted from WordPress for Android